JAKARTA – Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh terbaiknya. Prof. Dr. Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan RI, dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu (29/3).
Upacara pemakaman berlangsung khidmat dan penuh penghormatan negara. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertindak sebagai inspektur upacara, memimpin langsung prosesi pelepasan almarhum ke peristirahatan terakhir.

Dalam prosesi tersebut, penghormatan diberikan melalui tabur bunga, doa bersama, hingga penghormatan militer sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Almarhum diketahui merupakan salah satu figur penting dalam sejarah pertahanan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Mahaputera Adipurna kepada almarhum pada tahun 2025.
Dalam amanatnya, Menhan menyampaikan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi bangsa.
“Atas nama negara dan bangsa, kami mempersembahkan jiwa, raga, dan jasa almarhum ke persada Ibu Pertiwi. Semoga dharma bakti beliau menjadi teladan bagi kita semua.”
Kepergian Prof. Juwono bukan sekadar duka keluarga, tetapi juga duka bangsa. Sosoknya dikenal sebagai intelektual, diplomat, dan negarawan yang konsisten menjaga arah kebijakan pertahanan Indonesia di masa transisi reformasi.
Kini, bangsa ini hanya bisa mengenang—sementara warisan pemikiran dan pengabdiannya menjadi catatan penting dalam sejarah Indonesia. [Red]























Discussion about this post