MUARO JAMBI – Sorotan terhadap kondisi pekerjaan pada Flyover Muaro Sebapo yang merupakan bagian dari proyek Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino Seksi 3 memunculkan pertanyaan mengenai sistem pengawasan proyek infrastruktur bernilai triliunan rupiah tersebut.
Proyek pembangunan ruas tol ini tercatat memiliki nilai pagu sekitar Rp 2.831.749.540.000 dan dimenangkan oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai penawaran terkoreksi sekitar Rp 2.759.711.018.000.
Dengan nilai kontrak mendekati Rp 3 triliun, proyek ini menjadi salah satu pembangunan infrastruktur besar yang menggunakan anggaran negara.
Peran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional
Dalam proyek pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh negara, pengawasan pelaksanaan pekerjaan berada di bawah tanggung jawab Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) yang merupakan unit kerja di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR.
BPJN memiliki peran penting dalam pengendalian proyek, termasuk memastikan pekerjaan konstruksi berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis serta ketentuan kontrak yang telah disepakati.
▪️Pengawasan proyek umumnya melibatkan beberapa unsur, antara lain:
▪️Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
▪️Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)
▪️Konsultan pengawas
▪️serta tim pengendali proyek dari pemerintah.
Sistem Pengawasan Berlapis
Dalam proyek konstruksi besar, sistem pengawasan biasanya dilakukan secara berlapis untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.
Pengawasan tersebut meliputi:
1. Quality Control kontraktor yang bertugas memeriksa mutu pekerjaan di lapangan.
2. Konsultan pengawas yang melakukan pemeriksaan teknis independen terhadap pekerjaan kontraktor.
3. Pengendalian proyek oleh pemerintah melalui PPK dan BPJN.
Sistem ini dirancang agar setiap tahapan pekerjaan dapat diawasi secara ketat sebelum dinyatakan memenuhi standar teknis.
Temuan Lapangan Memunculkan Pertanyaan
Dalam penelusuran lapangan yang dilakukan di wilayah Muaro Sebapo, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, tim investigasi menemukan sejumlah kondisi pada salah satu bagian pekerjaan flyover.
Beberapa kondisi yang terdokumentasi antara lain:
▪️retakan pada pendekat jembatan
▪️rongga pada bagian bawah struktur
▪️pemasangan guardrail tanpa baut
▪️kondisi lapisan aspal yang terlihat rapuh.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kondisi pekerjaan pada bagian tersebut serta sistem pengawasan yang dilakukan selama proses konstruksi berlangsung.
Klarifikasi Ditunggu
Redaksi FikiranRajat.id telah menyampaikan permohonan klarifikasi kepada pihak terkait guna memperoleh penjelasan resmi mengenai kondisi pekerjaan yang ditemukan di lapangan.
Penjelasan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi teknis pekerjaan serta langkah penanganan yang dilakukan oleh pihak pelaksana proyek.
Bersambung
Episode III
“Tol Bayung Lencir – Tempino: Siapa PPK dan Tim Pengendali Proyek?”
Episode berikut akan menelusuri rantai pejabat proyek yang memiliki kewenangan dalam pengendalian kontrak pekerjaan bernilai triliunan rupiah tersebut.
























Discussion about this post