JAMBI, BERSAMA RAJAT.ID – Perang melawan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di Provinsi Jambi tidak boleh berhenti pada jargon dan spanduk seremonial semata. Komitmen nyata dan tindakan tegas menjadi harga mati dalam menyelamatkan generasi muda dari cengkeraman barang haram tersebut.
Menegaskan posisi dan peran strategis pemasyarakatan dalam mata rantai pemberantasan narkoba, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, hadir langsung sebagai narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi Anti Narkoba di Aula BNN Provinsi Jambi, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang digagas oleh Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Provinsi Jambi ini menjadi panggung krusial bagi Lapas Kelas IIA Jambi untuk mengikis stigma publik sekaligus menunjukkan langkah nyata pembinaan di balik jeruji besi.
Pemasyarakatan Bukan Sekadar Tempat Hukuman, Tapi Benteng Perubahan
Dalam pemaparannya yang lugas, Syahroni Ali menekankan bahwa sistem pemasyarakatan hari ini berdiri di garis depan untuk memastikan dua hal utama: pembinaan yang berorientasi pemulihan dan penegakan disiplin tanpa kompromi.
“Pemasyarakatan bukan sekadar tempat mengurung orang, melainkan kawah candradimuka untuk membentuk kembali manusia agar mampu menjalani perubahan positif. Warga binaan yang berada di dalam Lapas harus dipastikan mendapatkan pembinaan yang tepat agar saat bebas nanti, mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang bersih dari narkoba dan produktif,” tegas Syahroni Ali.
Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan internal yang ketat guna memastikan lingkungan Lapas tetap steril, aman, dan bebas dari peredaran gelap narkotika. Sinergi antara aparat penegak hukum, organisasi kepemudaan seperti KIPAN, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci mutlak untuk memutus rantai pasokan maupun permintaan (supply and demand) narkoba di Jambi.
Sinergi Kolaboratif, Tekan Angka Penyalahgunaan Narkoba
Forum FGD ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergitas lintas sektor. Kehadiran elemen pemuda sebagai benteng pertahanan utama membuktikan bahwa perlawanan terhadap narkoba memerlukan aksi kolektif yang tak terputus.
Partisipasi aktif Lapas Kelas IIA Jambi dalam kegiatan ini mempertegas komitmen jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung gerakan pencegahan narkoba yang berkesinambungan dan berdampak nyata.
Melalui langkah tegas dan kolaborasi tanpa batas, Lapas Kelas IIA Jambi siap mengawal lingkungan yang sehat, aman, dan bersih dari bahaya narkotika—demi masa depan generasi muda dan ketahanan Provinsi Jambi dari ancaman narkoba.
Pewarta : Lukman
Editor : Redaksi Bersama Rajat.id























Discussion about this post