Berdasarkan hasil investigasi mendalam Satgas Aksi PPWI di lapangan pada Sabtu (10/10/2026), terdapat dua paket pekerjaan bersumber dari APBD Kabupaten Muaro Jambi Tahun Anggaran 2026 yang berjalan lamban dan menuai sorotan tajam warga.
Dua Proyek Miliaran, Progres Jalan di Tempat
Berdasarkan papan informasi yang terpampang di lokasi, proyek pertama adalah Pembangunan Jalan Simp. III Ds. Kebon IX – Simp. IV Ds. Talang Belido (Lanjutan) yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Sultan Tiga Serangka dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp1.660.663.000,-.
Tak jauh dari lokasi tersebut, terdapat paket kedua yakni Rekonstruksi Jalan Ds. Mekarjaya (Batas Kota Jambi) – Dsn. Kemenyan Ds. Talang Belido yang digarap oleh CV. Gajah Bergong Kontruksi dengan nilai kontrak senilai Rp1.838.000.000,-.
Kedua proyek raksasa ini sama-sama meneken kontrak pada 19 Agustus 2026 dengan masa pengerjaan 120 hari kalender. Namun ironisnya, hingga memasuki bulan kedua atau pertengahan masa kontrak pada awal Oktober 2026, pengerjaan fisik di lapangan baru berjalan seumur jagung—hanya berkisar antara 4 hari hingga seminggu efektif.
Modus “Pecah Tenaga”: Proyek Ditinggal Demi Keuntungan Sepihak?
Berdasarkan pengakuan blak-blakan pekerja dan warga setempat kepada tim investigasi, mandeknya proyek ini bukan tanpa alasan. Diduga kuat, pihak kontraktor sengaja melompati dan menarik mundur tenaga kerja serta armada molen/cor beton untuk digeser ke lokasi lain (seperti daerah Petaling), sebelum akhirnya ditarik kembali secara cicilan ke Sungai Gelam.
Akibat ulah kontraktor yang “main kucing” ini, masyarakat sekitar harus menanggung derita ganda: debu jalanan yang membahayakan kesehatan akibat molornya pengecoran, serta terganggunya roda perekonomian warga setempat.
“Kerja cuma sebentar, habis itu ditinggal pindah ke tempat lain. Giliran ditanya, alasannya menunggu giliran. Uang rakyat digelontorkan miliaran, tapi pengerjaannya seperti proyek sambilan,” cetus salah seorang warga dengan nada geram.
Bupati BBS Turun Gunung: “Jangan Dikerjakan Asal Jadi!”
Menanggapi karut-marut pembangunan infrastruktur yang menjadi jalur penting aktivitas warga ini, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno langsung turun gunung melakukan peninjauan langsung ke titik lokasi proyek.
Di hadapan para pihak terkait, Bupati menegaskan bahwa pembangunan ini dilakukan untuk memperkuat akses masyarakat, sehingga mutlak harus dikerjakan secara serius dan tidak boleh main-main.
“Pembangunan dilakukan untuk memperkuat akses masyarakat yang selama ini menjadi jalur penting aktivitas warga. Bupati meminta pekerjaan diselesaikan sesuai waktu kontrak dengan kualitas yang baik dan tidak dikerjakan asal jadi,” tegas Bupati dalam peninjauannya di lokasi.
Satu Pengawas, Hasil Nol Besar: Dinas PUPR Tutup Mata?
Yang paling menggelitik dan mengiris hati, kedua paket proyek bernilai total lebih dari Rp3,4 miliar ini ternyata berada di bawah satu payung konsultan pengawas yang sama, yakni CV. Atifa Cipta Rencana.
Publik kini mendesak keras: di mana fungsi pengawasan yang seharusnya melekat ketat? Apakah pembiaran terhadap perpindahan tenaga kerja dan mangkraknya progres ini luput dari pengawasan, atau Dinas PUPR Muaro Jambi sengaja “tutup mata” atas ulah kontraktor nakal yang mempermainkan uang rakyat?
Desakan Tegas: Sikat Kontraktor dan Evaluasi Total!
BersamaRajat.id mendesak secara tegas kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muaro Jambi dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan nyata:
- Sikat Kontraktor Nakal: Segera panggil direktur CV. Sultan Tiga Serangka dan CV. Gajah Bergong Kontruksi, serta jatuhkan sanksi administratif hingga ancaman pemutusan kontrak (default) jika terbukti melakukan wanprestasi.
- Evaluasi Total Konsultan Pengawas: Evaluasi kinerja CV. Atifa Cipta Rencana yang diduga gagal total menjalankan fungsi pengawasan harian di lapangan.
- Audit Investigatif: Meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan Inspektorat Daerah untuk turun tangan mengusut tuntas aliran dana dan kesesuaian progres fisik kedua proyek tersebut.
Uang rakyat bukanlah mainan! Jangan biarkan kontraktor pelaksana mengangkangi instruksi Bupati dan meraup untung besar sementara rakyat Muaro Jambi disuruh gigit jari menghirup debu jalanan yang tak kunjung usai. BersamaRajat.id akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas!
(Tim Redaksi BersamaRajat.id)























Discussion about this post