Mengapa Aparat Masih Bungkam?
Hingga saat ini, publik bertanya-tanya: sejauh mana proses hukum berjalan? Mengapa belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum pasca-penggerebekan yang viral tersebut? Diamnya aparat hanya akan memperpanjang daftar ketidakpercayaan masyarakat. Apakah ada tangan-tangan kuat yang sedang mencoba “melindungi” sang oknum? Jika hukum tajam ke bawah namun tumpul ke samping rekan sejawat atau pejabat, maka keadilan di negeri ini hanyalah pepesan kosong.
Menuntut Nyali Menteri PPPA dan Komnas PA
Redaksi Bersamarajat.id secara tegas menuntut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Ketua Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak untuk tidak hanya duduk diam di balik meja.
Ini bukan sekadar kasus perselingkuhan atau asusila biasa. Pelaku adalah seorang Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan—sosok yang seharusnya menjadi benteng moral dan pelindung bagi mahasiswa. Bagaimana nasib anak bangsa jika mereka dididik dan dipimpin oleh sosok yang moralitasnya hancur di titik nadir?
“Kami tidak butuh sekadar kata-kata prihatin. Kami menuntut tindakan nyata! Menteri PPPA harus memastikan korban mendapatkan keadilan dan pelaku mendapatkan hukuman maksimal. Jangan biarkan jabatan akademis menjadi tameng untuk melarikan diri dari jerat hukum,” tegas pimpinan redaksi dalam menanggapi kasus ini.
Universitas Bukan Sarang Predator!
Keputusan kampus untuk menonaktifkan sementara dianggap belum cukup. Publik menuntut pemecatan secara tidak hormat jika terbukti bersalah. Institusi pendidikan, apalagi yang menyandang label “Islam”, memiliki tanggung jawab moral yang jauh lebih berat. Membiarkan sosok seperti ini tetap berada di lingkungan kampus sama saja dengan memelihara bom waktu bagi keselamatan mahasiswi lainnya.
Siapa yang Dilindungi?
Jika dalam beberapa hari ke depan tetap tidak ada perkembangan signifikan dari pihak kepolisian maupun kementerian terkait, maka patut dicurigai adanya upaya sistematis untuk menutupi borok ini. Kami memperingatkan: jangan sampai rakyat yang bergerak melakukan pengadilan jalanan karena hilangnya kepercayaan kepada aparat dan pemerintah.
Pendidikan adalah harapan terakhir bangsa. Jika pengajarnya bermoral bejat, maka hancurlah masa depan generasi kita. Sikat habis, jangan kasih sisa!
Redaksi Bersamarajat.id Berani, Tajam, Menekan untuk Keadilan.























Discussion about this post