JAMBI, Bersamarajat.id – Publik kembali disuguhi tontonan “bungkamnya” aparat penegak hukum saat dikonfirmasi mengenai kasus sensitif. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi. Upaya redaksi Bersamarajat.id untuk menguak tabir dugaan mafia BBM solar subsidi justru menemui jalan buntu di tangan penyidik.
Sikap tidak kooperatif ditunjukkan oleh AKP Syahril Haryono, S.H., selaku Penyidik Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi. Saat dikonfirmasi mengenai kelanjutan laporan saudara Abdul Mutholip terkait penyimpangan solar subsidi, sang perwira lebih memilih bungkam. Sikap ini pun memicu spekulasi besar: Apakah penyidik sedang “masuk angin” atau ada kekuatan besar yang sedang dilindungi?
SP2HP Menggantung, Ada Apa di Subdit IV?
Berdasarkan dokumen SP2HP nomor: B/152/V/RES.5./2026/Ditreskrimsus, seharusnya perkembangan kasus ini dibuka secara transparan kepada publik melalui media massa sebagai fungsi kontrol. Namun, kenyataan di lapangan berbanding terbalik.
Pesan konfirmasi yang dilayangkan reporter Fikiran ra’jat.id, Lukman, terkait hasil pemeriksaan pihak PT yang terlibat dan langkah hukum selanjutnya, tidak dijawab sedikitpun. Padahal, publik menunggu keberanian Polda Jambi untuk menyapu bersih oknum-oknum yang “merampok” hak solar subsidi milik rakyat kecil.
Jangan Biarkan Mafia Berpesta di Atas Penderitaan Rakyat!
Diamnya penyidik bukan sekadar masalah komunikasi, melainkan ancaman terhadap kepercayaan publik. Solar subsidi adalah urat nadi ekonomi warga Jambi. Jika laporan penyimpangannya saja didiamkan, maka jangan salahkan jika muncul asumsi bahwa penegakan hukum di Jambi sedang “tidak baik-baik saja”.
“Kami tidak butuh diamnya penyidik, kami butuh progres! Jika konfirmasi media saja diabaikan, bagaimana dengan nasib laporan masyarakat kecil yang tidak punya akses? Apakah keadilan di Subdit IV Krimsus hanya milik mereka yang punya kuasa?” tegas perwakilan redaksi Bersamarajat.id.
Menunggu “Tangan Besi” Kapolda Jambi
Redaksi Bersamarajat.id secara tegas mendesak Kapolda Jambi untuk turun tangan mengevaluasi kinerja bawahannya di Subdit IV Ditreskrimsus. Jangan sampai nama baik institusi Polri tercoreng akibat oknum penyidik yang enggan transparan dalam menangani kasus-kasus yang menjadi atensi masyarakat.
Kami akan terus mengawal kasus ini hingga ke akar-akarnya. Jika pintu konfirmasi di Polda Jambi tertutup, maka kami akan membawa isu ini ke tingkat yang lebih tinggi demi tegaknya keadilan dan bersihnya Jambi dari mafia BBM.
Catatan: Hingga berita ini naik cetak, AKP Syahril Haryono, S.H. masih belum memberikan tanggapan resmi.
( TIM/RED )






















Discussion about this post