Kota Jambi – Alarm keras untuk Pemerintah Kota Jambi berbunyi dari Danau Sipin.
Di tengah kota, di ruang yang seharusnya menjadi wajah peradaban, justru tersaji pemandangan memalukan: sampah menggunung di tepian danau. Lebih ironis, sampah itu telah diangkat oleh warga—namun dibiarkan menumpuk tanpa pengangkutan dari dinas terkait.
Video kondisi tersebut viral di TikTok, memantik kemarahan publik.
Ini bukan lagi soal kotor. Ini soal tanggung jawab yang dipertanyakan.
RANTAI MASALAH TERLIHAT JELAS: WARGA BEKERJA, PEMERINTAH MENGHILANG
Fakta lapangan sulit dibantah:
▪️Warga turun langsung membersihkan
▪️Sampah sudah dikumpulkan di darat
▪️Lokasi berada di pusat kota
Namun satu hal yang tidak terlihat: kehadiran pemerintah.
Kondisi ini menimbulkan satu pertanyaan besar yang kini bergema di publik:
Apakah ini sekadar lamban, atau ada pembiaran yang disengaja?
KONTRADIKSI TERBUKA: PROYEK Rp219 MILIAR JALAN, MASALAH DASAR TERABAIKAN
Di saat Danau Sipin menjerit, Pemkot Jambi justru tengah fokus pada pembangunan Danau Resapan dengan nilai fantastis Rp219 miliar.
Publik mulai membaca ini sebagai ironi kebijakan:
Yang baru dibangun megah, yang lama dibiarkan rusak.
Jika pola ini terus terjadi, maka bukan hanya ketimpangan yang muncul—
tetapi juga krisis kepercayaan publik.
SOROTAN LANGSUNG KE WALI KOTA MAULANA
Tak bisa lagi disangkal, sorotan kini mengarah langsung ke kepemimpinan Wali Kota Jambi, Maulana.
Karena dalam tata kelola pemerintahan, satu prinsip tidak bisa dihindari:
Bawahan lalai, pimpinan ikut bertanggung jawab.
Jika DLH tidak bergerak, maka publik akan bertanya: di mana kontrol dan ketegasan pimpinan?
DANAU SIPIN BUKAN HAL SEPELE
Mengabaikan Danau Sipin bukan sekadar kesalahan kecil.
Ini menyangkut:
▪️Kesehatan lingkungan
▪️Sumber air masyarakat
▪️Ekonomi warga sekitar
▪️Wajah kota di mata publik
Dan hari ini, semua itu berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.
INI PERINGATAN, BUKAN SEKADAR KRITIK
Jika kondisi ini tidak segera ditangani, maka Danau Sipin berpotensi menjadi simbol kegagalan pengelolaan kota.
Bukan karena tidak mampu membangun –tetapi karena gagal merawat yang sudah ada.
DESAKAN TERBUKA: BERTINDAK ATAU KEHILANGAN KEPERCAYAAN
Warga kini tidak lagi sekadar berharap. Mereka menuntut:
▪️Pengangkutan sampah segera, tanpa alasan
▪️Kehadiran langsung Wali Kota di lokasi
▪️Evaluasi total kinerja DLH
Karena satu pesan yang kini menggema dari Danau Sipin:
“Jika rakyat sudah turun tangan, lalu pemerintah masih diam—untuk apa mereka ada?”
–Redaksi fikiranrajat.id–


























Discussion about this post