BERSAMA RAJAT.ID
Tajam • Tegas • Berani • Menekan
Rakyat tidak butuh serangkaian imbauan manis atau retorika penertiban di depan media. Ketika aksi premanisme dan perampokan terus berulang di jalanan, publik berhak bertanya secara terbuka: apakah negara memang tak berdaya, atau sengaja memelihara ekosistem kejahatan ini?
Janji manis penegakan hukum yang tanpa pandang bulu kini diuji di atas aspal jalanan. Setiap hari, warga kecil, sopir logistik, hingga pengguna jalan harus bertaruh nyawa dan harta menghadapi aksi perampokan, pemerasan, dan premanisme terorganisir. Ironisnya, alih-alih menurunkan kekuatan penuh untuk menumpas para pelaku hingga ke akar-akarnya, otoritas kerap tampil serba tanggung—hanya melayangkan imbauan, melakukan penertiban musiman, lalu membiarkan ruang publik kembali dikuasai bandit.
Pendekatan serba kooperatif dan permisif ini membuat publik bertanya-tanya. Di saat aturan hukum ditegakkan secara represif kepada masyarakat biasa yang melanggar hal-hal administratif, kelompok penjahat jalanan justru seolah terus diberi panggung negosiasi dan kompromi.
Catatan Redaksi Bersama Rajat.id
Kejahatan yang dibiarkan berulang bukan lagi sekadar kelalaian, melainkan pembiaran struktural. Negara wajib memutus rantai kompromi ini sekarang juga.
Dua Kemungkinan Memuakkan
Sikap ragu-ragu penegak hukum dalam mengeksekusi kejahatan jalanan mengindikasikan dua hal yang sama-sama merusak legitimasi kekuasaan:
- Kemandakan Partisipasi Moral & Kinerja Struktural: Aparat penegak hukum tidak lagi memiliki taring serta keberanian untuk menjamin rasa aman publik secara konkrit.
- Ekosistem Setoran Bawah Tanah: Pembiaran yang terjadi sengaja dipelihara karena kejahatan di jalanan memberi keuntungan finansial bagi oknum-oknum backing di balik layar.
Jika kedua hal ini terus dibiarkan, maka anggapan bahwa negara kalah oleh bandit jalanan bukan lagi sekadar sindiran, melainkan fakta pahit yang dirasakan rakyat setiap hari.
Tuntutan Tegas Bersama Rajat.id
Bersama Rajat.id secara tegas menuntut otoritas hukum untuk segera menghentikan panggung retorika dan mengambil langkah nyata:
- Bersihkan Oknum Backing: Tindak tegas setiap oknum yang membentengi atau memanfaatkan aksi kejahatan jalanan demi keuntungan pribadi.
- Eksekusi Hukum Tanpa Kompromi: Hentikan pengiriman surat imbauan atau pembinaan formalis. Seret para perampok dan pemeras ke pengadilan dengan jerat hukum maksimal.
- Kembalikan Ruang Publik yang Aman: Jamin keamanan arus logistik dan pergerakan warga tanpa ada rasa takut sedikit pun terhadap aksi premanisme.
Jalanan adalah milik publik, bukan panggung kompromi bagi para bandit dan mafia!
Redaksi Bersama Rajat.id























Discussion about this post