JAMBI – Upaya konfirmasi kepada Sekretaris Perusahaan (Sekper) PTPN IV Regional 4 Jambi, Hariman Siregar, terkait polemik kebun sawit di kawasan hutan hingga penyaluran dana CSR, belum membuahkan jawaban.
Hingga berita ini diturunkan, pesan konfirmasi yang telah disampaikan melalui WhatsApp terlihat telah dibaca, namun tidak mendapatkan tanggapan.
Sikap tersebut justru memunculkan pertanyaan baru di tengah publik.
Konfirmasi yang diajukan mencakup sejumlah hal krusial, antara lain:
▪️Keterkaitan dengan perusahaan yang masuk data KLHK
▪️Sikap terhadap penertiban oleh Satgas PKH
▪️Mekanisme penyaluran dana CSR (TJSL)
▪️Dugaan ketimpangan distribusi bantuan sosial
▪️Isu lama terkait pengelolaan kebun dalam kawasan hutan
Namun hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak perusahaan.
Publik Menunggu Keterbukaan
Sebagai entitas yang berhubungan dengan badan usaha milik negara, PTPN IV Regional dinilai memiliki tanggung jawab terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas publik.
Tidak adanya respons terhadap konfirmasi media dinilai berpotensi memperkuat persepsi publik bahwa masih terdapat informasi yang belum terbuka.
Sorotan Semakin Menguat
Seiring dengan munculnya nama perusahaan dalam data resmi KLHK dan berkembangnya isu di lapangan, tekanan publik kini semakin meningkat.
Sejumlah pihak menilai, klarifikasi terbuka dari perusahaan menjadi penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang.
“Diam bukan jawaban. Di tengah sorotan publik, keterbukaan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan.”
FikiranRajat.id akan terus melakukan penelusuran dan membuka ruang hak jawab bagi pihak terkait.
–redaksi fikiranrajat.id–























Discussion about this post