MUARO JAMBI – Sorotan terhadap kondisi pekerjaan pada Flyover Muaro Sebapo kembali menguat setelah dokumentasi lapangan menunjukkan sejumlah bagian konstruksi yang memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan pada proyek Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino Seksi 3.
Proyek tersebut merupakan bagian dari jaringan Tol Trans Sumatera dengan nilai pagu sekitar Rp 2.831.749.540.000.
Tender pekerjaan konstruksi dimenangkan oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai penawaran terkoreksi sekitar Rp 2.759.711.018.000.
Dengan nilai proyek yang mendekati Rp 3 triliun, pembangunan ruas tol ini menjadi salah satu proyek infrastruktur besar yang menggunakan anggaran negara.
Dokumentasi Lapangan
Dalam penelusuran yang dilakukan tim investigasi di wilayah Muaro Sebapo, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, ditemukan sejumlah kondisi pada salah satu bagian pekerjaan flyover.
Dokumentasi lapangan menunjukkan beberapa kondisi berikut:
▪️retakan pada bagian pendekat jembatan (oprit)
▪️rongga pada bagian bawah struktur pendekat jembatan
▪️pemasangan pagar pengaman jalan (guardrail) yang terlihat tidak dilengkapi baut
▪️kondisi lapisan aspal yang pada beberapa bagian terlihat rapuh.
Foto dokumentasi yang diperoleh juga menunjukkan lokasi pengambilan gambar lengkap dengan koordinat titik lokasi.
Kontraktor Pelaksana
Dalam dokumen pengadaan proyek, pekerjaan konstruksi ruas Tol Bayung Lencir – Tempino Seksi 3 dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero).
Perusahaan BUMN tersebut merupakan salah satu kontraktor utama yang terlibat dalam pembangunan jaringan Tol Trans Sumatera.
Sistem Pengawasan Proyek
Dalam proyek konstruksi besar, pelaksanaan pekerjaan biasanya diawasi oleh beberapa pihak, antara lain:
▪️konsultan pengawas
▪️pejabat proyek pemerintah
▪️serta pengendalian teknis oleh satuan kerja proyek.
Pengawasan tersebut bertujuan memastikan pekerjaan konstruksi berjalan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak.
Klarifikasi ke Kontraktor
Untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi pekerjaan yang ditemukan di lapangan, redaksi FikiranRajat.id telah menyampaikan permohonan klarifikasi kepada pihak PT Hutama Karya (Persero).
Klarifikasi tersebut mencakup beberapa hal, antara lain:
▪️kondisi teknis flyover Muaro Sebapo
▪️status pekerjaan konstruksi pada lokasi tersebut
▪️serta langkah penanganan yang akan dilakukan jika ditemukan kerusakan pekerjaan.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih menunggu tanggapan resmi dari pihak terkait.
Investigasi Berlanjut
Tim investigasi masih menelusuri berbagai dokumen proyek serta perkembangan pekerjaan konstruksi di lapangan.
Penelusuran tersebut mencakup:
▪️proses tender proyek
▪️sistem pengawasan konstruksi
▪️serta tahapan serah terima pekerjaan proyek.
Bersambung
Episode IV
“Tol Bayung Lencir – Tempino: Siapa Pengawas Pekerjaan Flyover Muaro Sebapo?”
Episode berikut akan menelusuri peran konsultan pengawas serta pejabat proyek yang bertanggung jawab dalam pengendalian pekerjaan konstruksi tersebut.
























Discussion about this post