Dalam sistem demokrasi, kita mengenal tiga pilar utama kekuasaan iyaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Namun Demokrasi tidak akan pernah hidup tanpa pilar keempat yang diduduki Pers. Dititik inilah Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) menemukan Relevansinya dan disinilah pula Wiranto B Manalu menduduki jabatan strategis sebagai Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah PPWI Jambi.
Sebagai mantan Ketua Cabang GMNI Jambi, Wiranto tumbuh dalam tradisi gerakan yang akrab dengan kritisme, perlawanan terhadap ketidakadilan, dan keberpihakan pada rakyat. Kini, sebagai sekretaris DPD PPWI Jambi, ia tidak lagi berdiri dibarisan depan massa aksi, melainkan di pusat pengelolaan organisasi pers. Sebuah pergeseran peran yang tidak sederhana, namun sarat makna.
PPWI bukanlah organisasi pers biasa, organisasi ini lahir dari semangat warga untuk ikut serta mengawasi kekuasaan, menyuarakan fakta dari akar rumput, dan menjadi penyeimbang ketika eksekutif mulai abai, legislatif kehilangan daya kritis, atau yudikatif terasa jauh dari rasa keadilan. Dalam konteks inilah, PPWI memikul tanggung jawab moral yang besar dan Wiranto kini menjadi salah satu penggerak utamanya di Jambi.
Wiranto berkomitmen untuk membesarkan PPWI dan menjalankan visi-misi organisas, ia beranggapan demokrasi tidak tumbuh dari niat baik semata tapi membutuhkan kerja sunyi yang konsisten mulai dari pendataan anggota yang rapi, komubikasi internal yang hidup, program pelatihan jurnalistik warga yang berkelanjutan, hingga keberanian menjaga independensi dari segala bentuk kepentingan kekuasaan.
Wiraranto B Manalu memiliki harapan besar ditengah maraknya disinformasi, pengaburan fakta, dan melemahnya kepercayaan publik terhadap instutusi negara, PPWI bisa menjadi mata dan telingah masyarakat, sekaligus pengingat bagi kekuasaan bahwa setiap kebijakan akan selalu diawasi.
Dari dunia aktivisme ke dunia perswarga, dari teriakan perlawanan ke kerja-kerja sistematik senyap, Wiranto meyakinkan diri bunga-bunga revolusiner akan tumbuh dan tak akan layu























Discussion about this post