Jakarta, 31 Agustus 2025 – Aktivis Muda Nasional, Muhammad Fithrat Irfan, menyampaikan tudingan serius terkait dugaan suap yang melibatkan Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, seorang kader Partai Gerindra. Tudingan ini muncul di tengah gelombang aksi mahasiswa, buruh, dan rakyat yang berlangsung sejak 25 Agustus 2025 sebagai bentuk kekecewaan terhadap penyalahgunaan kekuasaan.
Irfan menuding Menteri Hukum terlibat dalam transaksi suap yang bertujuan meloloskan putranya, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, sebagai Wakil Ketua MPR RI dari unsur DPD. Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu, meskipun yang bersangkutan adalah kader partainya sendiri.
“Seharusnya Menteri Hukum itu menegakkan hukum, bukan malah melanggar hukum itu sendiri. Tolong Bapak Presiden Prabowo Subianto juga adil kepada rakyat Indonesia, menindak tegas tanpa pandang bulu walaupun itu kader partainya sendiri,” tegas Irfan.
Irfan juga menyoroti keterlibatan beberapa anggota DPD RI lain yang berafiliasi dengan Gerindra, serta dugaan penyalahgunaan instrumen negara, termasuk oknum staf Kementerian Hukum, Marinir Angkatan Laut, dan perwira tinggi Polri. Ia menuding politik uang dalam pemilihan pimpinan DPD melibatkan nominal jutaan dolar Amerika Serikat (USD) dan dolar Singapura (SGD). Selain itu, Irfan menyebut nama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era SBY, Fadel Muhammad Al-Haddar, yang disebutnya ikut terlibat dalam praktik tersebut.
Irfan mengaku mendapatkan berbagai bentuk teror dan upaya pembungkaman media akibat suaranya dalam mengungkap kasus ini, termasuk ancaman terhadap dirinya dan keluarganya. Ia juga menuding adanya upaya penyuapan terhadap media agar tidak mempublikasikan berita terkait suap DPD.
Irfan menegaskan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reformasi besar-besaran di tubuh pemerintahan, serta menyerukan kepada mahasiswa, aktivis, dan rakyat untuk tetap menjaga kemurnian gerakan.
Melalui kuasa hukumnya, Aziz Yanuar SH, Irfan menyatakan bahwa Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengapresiasi tindakan Irfan dalam mengungkap dugaan korupsi ini. Irfan menyatakan pihaknya menunggu sikap resmi dari Dasco maupun Presiden Prabowo Subianto.
“Kami para aktivis, mahasiswa, rakyat Indonesia menuntut reformasi serta evaluasi besar-besaran di semua sektor pemerintahan. Dengarkan kami, Pak, suara rakyatmu yang murni ini,” tutup Irfan.[red]
Narasumber: M.Fithrat Irfan
Pewarta : Fadly
























Discussion about this post