KOTA JAMBI – Hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif di Kota Jambi tampaknya sedang diuji. Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarell, secara mengejutkan melayangkan kritik pedas terhadap kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dalam sebuah rapat koordinasi, Faried secara terbuka mendesak Wali Kota Jambi untuk segera mengganti pucuk pimpinan di instansi perencana tersebut.
Pernyataan ini bukan sekadar kritik biasa, melainkan sinyal ketidakpuasan mendalam terhadap manajerial Bappeda yang dianggap tidak mampu mengimbangi tuntutan pembangunan kota.
Pemimpin Lamban, Menghambat Potensi Muda
Faried menyoroti adanya ketimpangan antara semangat aparatur muda di Bappeda dengan kepemimpinan yang ada saat ini. Ia menilai, SDM Bappeda yang didominasi generasi muda seharusnya bisa bergerak lebih progresif, namun justru terhambat oleh kepemimpinan yang kurang aktif.
”Saya minta secara khusus mungkin ke depan, karena saya lihat banyak generasi muda, anak-anak muda di Bappeda. Ya kita ganti sajalah Kepala Bappeda ini Pak (Wali Kota), untuk lebih aktif lagi ke depannya,” tegas Faried.
Rapor Merah: Ketidakkonsistenan Perencanaan
Selain faktor keaktifan, Ketua DPRD juga membidik masalah konsistensi. Bappeda yang seharusnya menjadi “otak” pembangunan justru dinilai sering berubah-ubah atau tidak konsisten dalam menjalankan kebijakan. Hal ini dianggap fatal karena berdampak langsung pada efektivitas program pembangunan yang menyentuh masyarakat.
”Terkadang Bappeda ini masih juga tidak konsisten. Saya tidak tahu ini pimpinannya atau bagaimana,” tambah Faried, yang mengisyaratkan adanya masalah serius dalam nakhoda organisasi tersebut.
Desakan Untuk Wali Kota
Kritik terbuka di depan publik ini merupakan tekanan politik yang nyata bagi Wali Kota Jambi. Publik kini menunggu langkah tegas Wali Kota: Apakah akan mempertahankan pejabat yang dianggap lamban oleh legislatif, atau melakukan penyegaran total demi percepatan pembangunan Kota Jambi.[red]























Discussion about this post