Gelombang desakan dari masyarakat kini mengarah keras kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menangkap dan memeriksa Slamet Kastalo tanpa pandang bulu.
Bangun Access Jalan Mulus ke Kebun, Warga Gigit Jari
Pengalihan prioritas pembangunan jalan yang bersumber dari uang rakyat (APBD) ke area kebun pribadi milik Slamet Kastalo dinilai sebagai bentuk nyata ketidakadilan. Di saat jalan-jalan di pemukiman warga dan jalur sentra pertanian masyarakat Sarolangun rusak parah dan bertahun-tahun diabaikan, jalan menuju lahan pribadi mantan legislator tersebut justru dibangun mulus dengan spesifikasi tinggi.
Warga lokal menilai keberadaan “Jalan Sultan” ini merupakan bukti gamblang dugaan praktik aji mumpung memanfaatkan posisi politik saat masih menjabat di kursi dewan.
“Jalan ke pemukiman kami bertahun-tahun rusak tak pernah diperbaiki, tapi akses menuju kebun Slamet Kastalo dibangun mulus bak Jalan Sultan. Ini menyakiti hati masyarakat! APH harus turun membongkar siapa saja yang terlibat!” tegas salah seorang tokoh masyarakat lokal.
Akses “Jalan Sultan” Diduga Jadi Karpet Merah Operasional PETI
Skandal ini meluas hingga ke dugaan kejahatan lingkungan. Informasi investigatif yang dihimpun tim redaksi mengungkapkan bahwa di dalam kawasan kebun pribadi Slamet Kastalo diduga kuat terdapat aktivitas tambang emas ilegal (PETI) yang beroperasi secara bebas.
Ironisnya, fasilitas jalan mulus yang dibiayai anggaran negara tersebut disinyalir menjadi sarana pendukung utama untuk mempermudah mobilitas alat berat, pasokan BBM, serta transportasi hasil tambang ilegal.
Kondisi ini mengindikasikan adanya dugaan kejahatan ganda: kerugian keuangan negara akibat pengalihan alokasi anggaran APBD yang tidak tepat sasaran, serta perusakan lingkungan hidup melalui aktivitas PETI secara ilegal.
Dikonfirmasi Redaksi, Slamet Kastalo Memilih Bungkam!
Sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Tim Redaksi Bersamarajat.id telah berulang kali melakukan upaya konfirmasi dan meminta klarifikasi resmi kepada Slamet Kastalo terkait dugaan penyelewengan infrastruktur dan keberadaan PETI di kebun pribadinya.
Namun hingga berita ini ditayangkan, Slamet Kastalo memilih tidak merespons dan menghindar dari pertanyaan media.
Sikap bungkam dan menutup diri dari konfirmasi publik ini kian menguatkan indikasi ketakutan untuk membuka kebenaran atas rekam jejak dan keterlibatannya dalam skandal tersebut.
Desakan Menekan: APH Jangan Mandul, Segera Periksa dan Tangkap!
Redaksi Bersamarajat.id menyuarakan desakan tegas kepada Polda Jambi, Kejaksaan Tinggi Jambi, Polres Sarolangun, dan Kejari Sarolangun untuk segera mengambil tindakan hukum nyata:
- Panggil dan Periksa Slamet Kastalo: Segera lakukan pemeriksaan intensif terhadap Slamet Kastalo atas dugaan keterlibatan dalam proyek “Jalan Sultan” dan keberadaan tambang emas ilegal di kebun pribadinya.
- Audit Penganggaran PUPR Sarolangun: Usut tuntas dan audit dokumen perencanaan serta penganggaran jalan tersebut di Dinas PUPR Kabupaten Sarolangun untuk membongkar indikasi kerugian negara.
- Segel dan Tindak Lokasi PETI: Turunkan tim gabungan untuk menindak tegas, menyegel, dan menyita seluruh peralatan PETI di lokasi kebun pribadi tersebut.
Redaksi Bersamarajat.id akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi tegaknya hukum dan keadilan bagi rakyat Sarolangun.























Discussion about this post