Upaya konfirmasi tertulis yang dikirimkan langsung oleh Redaksi BersamaRajat.id ke nomor seluler pribadi Euis Novitasari sama sekali tidak mendapatkan respons ataupun bantahan resmi. Pola bungkamnya sang Kabid ini kian mempertegas kecurigaan publik: ada borok anggaran yang sangat besar dan coba ditutupi rapat-rapat di bawah meja kerjanya.
Bukti Otentik Dikunci, Upaya Konfirmasi Malah Dicueki
Padahal, konfirmasi tersebut dilayangkan bukan atas dasar asumsi kosong. Redaksi Rajat.id bergerak membawa dua alat bukti hukum yang sangat kuat dan saling mengunci:
- Dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) berkode paket 56074304 yang membuktikan adanya penggelontoran dana APBD Murni 2025 senilai Rp5.580.000.000,- (Rp5,58 Miliar) untuk pengadaan panel digital SMA.
- Dokumen Berita Acara Serah Terima Barang (BAST) resmi nomor
BASTB.01-033/PT. NUSA PERSADA KHATULISTIWA/III/2024yang membongkar harga satuan “siluman” senilai Rp184.975.000,- per unit yang lolos diverifikasi pihak dinas.
Melalui pesan konfirmasi yang senada yang di layang oleh jurnalis investigasi Rajat.id telah mempertanyakan secara detail perihal selisih harga pasar (overpricing) yang diperkirakan mencapai Rp84.975.000,- per unit. Dengan estimasi volume pengadaan sekitar 30 unit dari total pagu Rp5,58 Miliar, potensi kerugian negara yang menguap dari keringat pajak rakyat Jambi ditaksir menembus angka fantastis: Rp2.549.250.000,- (Rp2,54 Miliar)!
Sayangnya, pesan beruntun yang dikirimkan redaksi justru diabaikan begitu saja oleh Euis Novitasari. Alih-alih memberikan penjelasan rasional demi menjaga nama baik institusi pendidikan, sang Kabid justru terkesan sengaja menghindari kejaran jurnalis.
Kasi Sapras Iwan Sjafri Ikut Terseret dalam Pusaran Pertanyaan Teknis
Bukan hanya Euis Novitasari yang kini berada di bawah tekanan. Berdasarkan runtutan isi pesan resmi redaksi,sorotan tajam juga mengarah langsung ke Kasi Sarana dan Prasarana (Sapras) SMA, Iwan Sjafri.
Selaku pejabat teknis yang mengawal pengadaan di lini Sapras SMA, Iwan Sjafri diduga kuat menjadi arsitek di balik penyusunan spesifikasi teknis e-Purchasing yang diduga “dikunci” agar mengarah ketat pada vendor PT. Nusa Persada Khatulistiwa, asal Tangerang.
Publik kini mendesak: Mengapa proyek bernilai miliaran rupiah ini bisa lolos dengan harga satuan mencekik leher di saat kondisi riil fasilitas ruang kelas di pelosok Provinsi Jambi masih banyak yang terbengkalai? Mengapa pula dalam dokumen RUP murni, indikator Sustainable Public Procurement (SPP) untuk aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan kompak diisi opsi “Tidak”?
Runtuhnya Moralitas Transparansi: Tantangan Terbuka untuk Kejati Jambi!
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) secara tegas mengamanatkan bahwa pejabat publik wajib memberikan penjelasan transparan mengenai pengelolaan anggaran negara. Sikap mencueki konfirmasi pers yang ditunjukkan oleh Euis Novitasari bukan sekadar bentuk arogansi birokrasi, melainkan indikasi kuat runtuhnya moralitas transparansi di tubuh Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
“Jika memang proyek ini bersih dan harga Rp184 juta per unit itu bisa dipertanggungjawabkan secara logis, mengapa harus takut menjawab? Mengapa Kabid SMA memilih bungkam? Tindakan mengelak ini justru menjadi sinyal hijau bagi aparat penegak hukum bahwa ada sesuatu yang tidak beres,” tegas Tim Investigasi Rajat.id.
Ultimatum Bersama Rajat.id: Dorong Kejati Segera Panggil Paksa Pejabat Terkait!
Redaksi BersamaRajat.id secara tegas menyatakan tidak akan pernah mundur satu langkah pun untuk mengawal kasus ini. Langkah Euis Novitasari yang menutup diri dari ruang konfirmasi justru mempercepat penyusunan berkas laporan publik.
Kami menuntut dan mendesak:
- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi untuk segera menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprindik). Panggil paksa Kabid SMA Euis Novitasari, Kasi Sapras SMA Iwan Sjafri, serta mantan PPK Harmadeli guna dibedah isi ponsel, dokumen kontrak, hingga aliran rekening korannya terkait proyek kode paket 56074304.
- Gubernur Jambi untuk segera mengevaluasi dan mencopot jabatan oknum-oknum di Disdik Jambi yang terbukti ugal-ugalan dalam mengelola dana pendidikan serta bersikap antipati terhadap transparansi pers.
Uang rakyat senilai Rp5,58 Miliar harus diselamatkan dari ruang-ruang gelap kekuasaan. Rajat.id akan terus berdiri bersama rakyat Jambi untuk membongkar tuntas skandal gurita panel digital ini sampai ke akar-akarnya! (Tim/Red)























Discussion about this post