Jika sebelumnya pelaku berdalih soal “uang jatah” bulanan, bukti terbaru yang didapatkan tim investigasi mengungkap fakta yang jauh lebih memuakkan: meminta uang dengan alasan “uang kopi” hingga dalih mentraktir ketua makan sop kambing.
Bukti Transaksi Digital: Minta “Geser 200” via Gopay
Berdasarkan bukti tangkapan layar percakapan WhatsApp terbaru dalam file IMG-20260611-WA0004.jpg, pelaku yang menggunakan akun berlogo PPWI dengan nama “Lukman Media…” ini terlihat secara agresif mendesak korban untuk segera mengirimkan uang pada malam hari setelah melakukan sebuah kegiatan (giat) di kantor PUPR Cipta Karya Jambi.

Dalam file IMG-20260611-WA0004.jpg tersebut, pelaku menuliskan pesan yang sangat gamblang:
“Ok bg kalo bisa MLM ini geser lh 200 nya, saya mau ngajak ketua makan SOP kambing abis giat ni 🤣”
Menanggapi desakan tersebut, korban yang tampaknya sudah mulai jengah akhirnya meminta nomor rekening pelaku. Tanpa malu-malu, pelaku langsung mengirimkan nomor akun dompet digital Gopay miliknya di nomor 083821012727, diikuti dengan ucapan terima kasih setelah permintaannya dipenuhi.
Modus “Uang Kopi” yang Meresahkan
Selain dalih makan sop kambing, dalam potongan chat di file IMG-20260611-WA0004.jpg juga terungkap bahwa pelaku kerap kali meneror korban dengan meminta “uang kopi” atau uang saku lainnya dengan alasan yang mengada-ada. Korban bahkan sempat mengeluh, “Dia nlpn…minta uang kopi lah, uang apa lah, jadi malas saya bg.”
Meskipun dalam ruang obrolan tersebut pelaku sempat bersandiwara dengan menyarankan korban untuk memblokir oknum yang meminta uang kopi tersebut, pada akhirnya pelaku sendiri yang justru menodong korban untuk “menggeser” dana 200 ribu rupiah ke akun Gopay pribadinya. Ini adalah taktik manipulasi psikologis klasik untuk memeras korban secara perlahan namun pasti.
PPWI Jambi: Bersihkan Institusi Pers dari Preman Berkedok Jurnalis!
Menanggapi munculnya bukti baru dari file IMG-20260611-WA0004.jpg ini, pengurus PPWI Provinsi Jambi kembali meradang. Alasan membawa-bawa nama “Ketua” untuk urusan perut dan makan sop kambing dinilai sebagai penghinaan luar biasa terhadap struktur organisasi resmi pers.
PPWI Jambi menegaskan, seluruh data digital ini—termasuk nomor Gopay 083821012727 yang menjadi bukti kuat aliran dana—telah diserahkan ke pihak penyidik Polda Jambi untuk memperkuat laporan yang sudah dilayangkan sebelumnya.
Polda Jambi Harus Segera Tangkap Nanda Pratama!
Dengan bukti digital yang sudah sangat terang benderang ini, tidak ada alasan lagi bagi pihak kepolisian untuk mengulur waktu. Jejak digital berupa nomor e-wallet Gopay pelaku adalah kunci utama yang sangat mudah dilacak oleh tim Siber Ditreskrimsus Polda Jambi untuk mengetahui posisi pasti Nanda Pratama yang saat ini terdeteksi bersembunyi di sekitar wilayah lorong pipa 16, Alam Barajo.
Bersama rajat.id menegaskan: profesi wartawan bertugas untuk mencari berita demi kepentingan publik, bukan menjadi preman digital yang menakut-nakuti orang demi semangkuk sop kambing! Kami mendesak Kapolda Jambi untuk segera meringkus pelaku dan kroni-kroninya sebelum jatuh korban berikutnya. (Tim/Red)























Discussion about this post