JAMBI.BERSAMA RAJAT.ID — Aliansi Rakyat Jambi Marah kembali menunjukkan perlawanan sengit melalui aksi demonstrasi Jilid III di depan Kantor Gubernur Jambi, Rabu (28/10/2026). Aksi ini merupakan gelombang lanjutan dari kemarahan publik yang mendesak pemerintah bertanggung jawab penuh atas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana kabut asap yang mencekik napas rakyat.
Namun, alih-alih menemui rakyatnya yang menuntut keadilan, Gubernur Jambi Al Haris justru memilih untuk mangkir dan enggan menemui massa. Sikap tertutup dan terkesan “sembunyi” ini memicu kemarahan ribuan demonstran hingga situasi berujung memanas dan bergejolak hingga malam hari.
Pagar Bisa Diperbaiki, Tuntutan Publik Tak Bisa Diabaikan
Ketegangan di lapangan mencapai titik didih ketika hingga aksi berakhir, Gubernur Al Haris sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya di hadapan massa. Hilangnya pemimpin daerah dari ruang dialog membuat para demonstran meluapkan kekecewaan mendalam atas sikap pengecut penguasa yang lari dari tanggung jawab.
Berdasarkan laporan di lapangan hingga Kamis dini hari (29/10), gelombang massa baru berangsur membubarkan diri sekitar pukul 23.30 WIB, di tengah ketatnya penjagaan aparat kepolisian. Akibat kemarahan yang memuncak, pagar utama Kantor Gubernur Jambi kembali mengalami kerusakan jebol setelah sebelumnya sempat diperbaiki pasca-aksi jilid sebelumnya.
Namun, aparat dan pemerintah perlu mencatat satu hal penting: pagar yang rusak bisa diperbaiki dengan uang rakyat, tetapi nyawa, kesehatan, dan jeritan korban kabut asap tidak bisa diabaikan begitu saja!
9 Tuntutan Harga Mati Aliansi Rakyat Jambi Marah:
Aksi Jilid III ini bukan sekadar unjuk rasa kosong, melainkan bentuk mosi tidak percaya terhadap lambannya penanganan krisis lingkungan. Dalam pernyataan sikapnya, massa dengan tegas mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan poin-poin krusial berikut tanpa kompromi:
- Buka Dialog Terbuka: Menuntut Gubernur Jambi, Al Haris, untuk turun langsung dan membuka dialog transparan dengan rakyatnya.
- Transparansi Total Karhutla: Membuka data seluas-luasnya terkait penanganan karhutla, kualitas udara, alokasi anggaran, distribusi bantuan, hingga hasil penanganan di lapangan.
- Evaluasi Tata Kelola Lingkungan: Menyelidiki dugaan dampak buruk dari pengaturan pintu air serta mengevaluasi ulang tata kelola gambut secara menyeluruh.
- Sanksi Tegas Korporasi Sawit: Mengevaluasi perizinan dan kepatuhan perusahaan sawit pemegang PBPH yang terbukti merusak alam.
- Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan: Bertindak tegas mencabut izin operasional korporasi yang terbukti melanggar aturan dan berulang kali menjadi dalang kebakaran hutan.
- Jaminan Kesehatan Korban Asap: Menjamin layanan dan fasilitas kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak asap, terutama di wilayah-wilayah terpencil.
- Penguatan Pejuang Lingkungan: Memastikan perlengkapan keselamatan, pelatihan, serta dukungan operasional nyata bagi Masyarakat Peduli Api (MPA) dan para relawan tangguh di garis depan.
- Hentikan Kriminalisasi Petani: Menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap petani dan menegakkan hukum yang seadil-adilnya.
- Akuntabilitas Pejabat Penanggung Jawab: Menetapkan target penanganan karhutla yang jelas, menghukum pejabat yang lalai, serta membuka mekanisme pengawasan publik yang independen.
Jawaban Pemerintah Ditunggu, Rakyat Tidak Akan Mundur!
Kerusakan fasilitas publik yang terjadi adalah akumulasi dari rasa frustrasi rakyat yang sudah habis kesabarannya menghadapi pemerintahan yang lamban dan tuli terhadap penderitaan warganya. Substansi tuntutan karhutla dan keselamatan rakyat kini menjadi ujian nyata bagi integritas Pemprov Jambi.
Pemerintah Provinsi Jambi tidak bisa lagi bersembunyi di balik dinding kantor atau bungkam di balik barikade aparat. Publik menuntut penjelasan sikap yang jujur serta langkah-langkah konkret yang akan diambil segera setelah gelombang aksi ini.
Jika pemerintah terus memilih bungkam dan mengabaikan jeritan rakyat, maka eskalasi perlawanan dipastikan akan datang dengan gelombang yang jauh lebih besar. Rakyat Jambi tidak akan pernah berhenti melawan ketidakadilan!.
Pewarta : Lukman
Editor : Redaksi Bersama Rajat.id


















Discussion about this post