• Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
Bersama Ra’jat
No Result
View All Result
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional

    LP. K-P-K Ingatkan Disperindag Mukomuko: Sering Sidak Tapi Harga Gas 3 Kg Tetap Melonjak Jauh di Atas HET

    Keluarga Jekson Sihombing Akan Kunjungi Lapas Narkotika Nusakambangan, Jadwal Disusun PPWI Sesuai Prosedur Hukum

    Tender Gagal tapi Proyek Jalan Terus, Kepala BWS Sumatera VI Jambi Didesak Bertanggung Jawab Atas Kontrak Rp12,1 Miliar

    Proyek Irigasi Siulak Deras Rp12 Miliar Jalan Terus Meski Tender Gagal, Pakar Hukum: Jerat KUHP Baru dan UU Tipikor Menanti!

    Proyek Rp 3,9 Miliar Gedung FKIK UNJA Mangkrak, Diduga 4 Pemborong Kabur Akibat Masalah Pembayaran; Rektor Selaku KPA Bungkam!

    Aroma Kongkalikong Proyek Irigasi Siulak Deras Rp13 Miliar, Tender SPSE ‘Gagal’ Tapi Kontrak Kontraktor Tetap Jalan? Kasatker PJPA Jambi Bungkam!

    Miris! Dua Tahun Menjaga Hutan Kota Bagan Pete, Sugi Hanya Digaji 70 Ribu Per Hari Tanpa Kejelasan DLH Kota Jambi

    KADO PAHIT HUT KOTA JAMBI KE-80: SEREMONI LOGO MEWAH DI TENGAH JERITAN KEMISKINAN, PENGANGGURAN, DAN TATA KELOLA KOTA YANG SEMBERAUT

    Hutan Kota Bagan Pete Menjerit: Luas 42 Hektar Hanya Dijaga Satu Orang, Diupah Rp70 Ribu Per Hari!

    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
  • Berita
    • All
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional

    LP. K-P-K Ingatkan Disperindag Mukomuko: Sering Sidak Tapi Harga Gas 3 Kg Tetap Melonjak Jauh di Atas HET

    Keluarga Jekson Sihombing Akan Kunjungi Lapas Narkotika Nusakambangan, Jadwal Disusun PPWI Sesuai Prosedur Hukum

    Tender Gagal tapi Proyek Jalan Terus, Kepala BWS Sumatera VI Jambi Didesak Bertanggung Jawab Atas Kontrak Rp12,1 Miliar

    Proyek Irigasi Siulak Deras Rp12 Miliar Jalan Terus Meski Tender Gagal, Pakar Hukum: Jerat KUHP Baru dan UU Tipikor Menanti!

    Proyek Rp 3,9 Miliar Gedung FKIK UNJA Mangkrak, Diduga 4 Pemborong Kabur Akibat Masalah Pembayaran; Rektor Selaku KPA Bungkam!

    Aroma Kongkalikong Proyek Irigasi Siulak Deras Rp13 Miliar, Tender SPSE ‘Gagal’ Tapi Kontrak Kontraktor Tetap Jalan? Kasatker PJPA Jambi Bungkam!

    Miris! Dua Tahun Menjaga Hutan Kota Bagan Pete, Sugi Hanya Digaji 70 Ribu Per Hari Tanpa Kejelasan DLH Kota Jambi

    KADO PAHIT HUT KOTA JAMBI KE-80: SEREMONI LOGO MEWAH DI TENGAH JERITAN KEMISKINAN, PENGANGGURAN, DAN TATA KELOLA KOTA YANG SEMBERAUT

    Hutan Kota Bagan Pete Menjerit: Luas 42 Hektar Hanya Dijaga Satu Orang, Diupah Rp70 Ribu Per Hari!

    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah
Bersama Ra’jat
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah

Home » Hutan Kota Bagan Pete Menjerit: Luas 42 Hektar Hanya Dijaga Satu Orang, Diupah Rp70 Ribu Per Hari!

Hutan Kota Bagan Pete Menjerit: Luas 42 Hektar Hanya Dijaga Satu Orang, Diupah Rp70 Ribu Per Hari!

by admin
18.05.2026
in Berita, Daerah, Hukrim, Lingkungan, Nasional, Pendidikan, Politik
0
JAMBI, Bersama Rajat.id — Komitmen Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam menjaga dan mengelola kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) patut dipertanyakan secara radikal. Di balik megahnya jargon “Peningkatan Kinerja Layanan Infrastruktur yang Berketahanan Iklim”, terungkap sebuah fakta miris yang menampar nalar publik: Hutan Kota Bagan Pete seluas kurang lebih 41,71 hektar ternyata selama ini dipertaruhkan keselamatannya di tangan satu orang saja, dengan upah yang sangat jauh dari kata manusiawi.

 

Sugi asal Lampung seorang pria yang menjadi benteng terakhir pertahanan Hutan Kota Bagan Pete, blak-blakan mengaku telah menjalani profesi berisiko tinggi ini sendirian selama dua tahun terakhir. Yang membuat dada sesak, untuk wilayah pengawasan yang mencakup hampir 42 hektar tersebut, Sugi hanya diganjar upah sebesar Rp70.000 per hari.

“Saya cuma diberi upah 70 ribu rupiah per hari. Sudah dua tahun ini saya jalani sendiri menjaga kawasan ini,” ungkap Sugi kepada tim investigasi Bersama Rajat.id dengan nada getir.

 

Pantauan di lapangan menegaskan bahwa kawasan hijau ini berada di bawah kendali penuh birokrasi, sebagaimana tertera jelas pada papan gambar lokasi yang tertulis UPTD DLH Kota Jambi.

Logika Anggaran DLH: Miliaran Rupiah untuk Apa?

 

Berdasarkan dokumen Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) DLH Kota Jambi, instansi ini sebenarnya disokong oleh anggaran raksasa. Sepanjang tahun anggaran, DLH mengelola pagu total mencapai Rp60.756.831.555,- (60,7 Miliar Rupiah). Bahkan, khusus untuk Program Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) yang membawahi sub-kegiatan Pengelolaan Taman Keanekaragaman Hayati di Luar Kawasan Hutan (termasuk Hutan Kota Bagan Pete), dialokasikan dana yang tidak sedikit, yakni sebesar Rp7.812.660.758,-.

 

Pertanyaan tajamnya: Kemana aliran dana miliaran tersebut mengalir jika untuk membayar keringat seorang penjaga hutan purba di garda terdepan saja, DLH terkesan ‘kikir’ dan hanya mampu mengalokasikan Rp70 ribu per hari? Angka ini jelas menjadi ironi besar di tengah realisasi anggaran operasi DLH yang diklaim mencapai 92,29%.

Menjaga 42 Hektar Sendirian: Apakah Kayu di Hutan Kota Aman?

 

Secara rasional, membebankan area hutan lindung perkotaan seluas hampir 42 hektar kepada satu orang tunggal adalah tindakan ceroboh, kalau tidak mau disebut sebagai pembiaran terstruktur. Ancaman pembalakan liar, penyerobotan lahan, hingga kebakaran hutan mengintai setiap saat.

 

Publik kini mendesak Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Mahruzar, ST., untuk memberikan jawaban konkret. Apakah aman kayu-kayu berharga dan ekosistem di dalam Hutan Kota Bagan Pete jika pengawasannya pincang seperti ini? Jika terjadi kerusakan atau penjarahan kayu akibat kelalaian manajemen pengawasan, siapakah yang akan bertanggung jawab? Apakah Sugi yang diupah murah, atau para pejabat struktural DLH yang duduk nyaman di balik meja kerja mereka?

Degradasi Lingkungan dan Solusi Setengah Hati

 

Dalam dokumen LKIP-nya sendiri, DLH Kota Jambi mengakui bahwa salah satu isu strategis utamanya adalah menurunnya kualitas lingkungan hidup, adanya alih fungsi lahan, serta kurangnya sarana prasarana. Alih-alih memperkuat barisan pengamanan di lapangan dengan menambah personel yang kompeten dan sejahtera, fakta di Hutan Kota Bagan Pete justru menunjukkan potret manajemen yang rapuh dan mengabaikan keselamatan aset daerah.

 

Bersama Rajat.id menegaskan bahwa eksploitasi tenaga kerja dengan upah di bawah standar kelayakan, beriringan dengan pengamanan aset lingkungan yang asal-asalan, adalah rapor merah yang tidak bisa ditoleransi. Walikota Jambi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi harus segera turun tangan melakukan audit investigatif terhadap pemanfaatan anggaran di UPTD DLH Kota Jambi.

Hutan kota adalah paru-paru masa depan generasi Jambi—ia tidak boleh dikorbankan demi efisiensi anggaran yang salah sasaran!
Pewarta: Lukman 
Editor     : Redaksi Bersama rajat.id
ShareTweetSendScan

Artikel lainnya

Berita

LP. K-P-K Ingatkan Disperindag Mukomuko: Sering Sidak Tapi Harga Gas 3 Kg Tetap Melonjak Jauh di Atas HET

19.05.2026
Berita

Keluarga Jekson Sihombing Akan Kunjungi Lapas Narkotika Nusakambangan, Jadwal Disusun PPWI Sesuai Prosedur Hukum

19.05.2026
Berita

Tender Gagal tapi Proyek Jalan Terus, Kepala BWS Sumatera VI Jambi Didesak Bertanggung Jawab Atas Kontrak Rp12,1 Miliar

18.05.2026
Berita

Proyek Irigasi Siulak Deras Rp12 Miliar Jalan Terus Meski Tender Gagal, Pakar Hukum: Jerat KUHP Baru dan UU Tipikor Menanti!

18.05.2026
Berita

Proyek Rp 3,9 Miliar Gedung FKIK UNJA Mangkrak, Diduga 4 Pemborong Kabur Akibat Masalah Pembayaran; Rektor Selaku KPA Bungkam!

18.05.2026
Berita

Aroma Kongkalikong Proyek Irigasi Siulak Deras Rp13 Miliar, Tender SPSE ‘Gagal’ Tapi Kontrak Kontraktor Tetap Jalan? Kasatker PJPA Jambi Bungkam!

18.05.2026
Next Post

KADO PAHIT HUT KOTA JAMBI KE-80: SEREMONI LOGO MEWAH DI TENGAH JERITAN KEMISKINAN, PENGANGGURAN, DAN TATA KELOLA KOTA YANG SEMBERAUT

Miris! Dua Tahun Menjaga Hutan Kota Bagan Pete, Sugi Hanya Digaji 70 Ribu Per Hari Tanpa Kejelasan DLH Kota Jambi

Aroma Kongkalikong Proyek Irigasi Siulak Deras Rp13 Miliar, Tender SPSE 'Gagal' Tapi Kontrak Kontraktor Tetap Jalan? Kasatker PJPA Jambi Bungkam!

Proyek Rp 3,9 Miliar Gedung FKIK UNJA Mangkrak, Diduga 4 Pemborong Kabur Akibat Masalah Pembayaran; Rektor Selaku KPA Bungkam!

Proyek Irigasi Siulak Deras Rp12 Miliar Jalan Terus Meski Tender Gagal, Pakar Hukum: Jerat KUHP Baru dan UU Tipikor Menanti!

Discussion about this post

Mei 2026
SSRKJSM
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr    
  • Bang Cobra: Oknum ASN Pendukung Romantis Jangan Balas Dendam atas Kekalahan di PSU Gorontalo Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hamzah Sidik Soroti Aleg BK DPRD Gorontalo Utara yang Sebar Isu Mangkir 6 Bulan: “Kalau Tak Bisa Dibuktikan, Itu Hoaks”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Premanisme di Balik Meja Kepala Dinas Kesehatan Sarolangun: Jurnalis Metro7 Dianiaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi Menggila di Disnakertrans Sarolangun: Ratusan Juta Raib, Bendahara Akui untuk “Kepentingan Pribadi”!  

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Guncang Sarolangun “Plt Kasubbag Umum” Gasak Gaji Sejumlah PNS dengan Dalih “Jasa Pengurusan'”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

  • Beranda
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan

No Result
View All Result
  • Berita
    • Daerah
    • Mancanegara
    • Nasional
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sejarah