SAROLANGUN — Penjelasan pihak PLN terkait proyek jaringan listrik menuju Desa Dam Siambang, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, justru memunculkan pertanyaan baru di tengah publik.
Dalam komunikasi yang diterima redaksi FikiranRajat.id, pihak PLN menyebut bahwa pembangunan jaringan listrik menuju desa tersebut merupakan bagian dari program LISDES (Listrik Desa). Namun proyek tersebut disebut masih terkendala proses izin penggunaan kawasan hutan.
Penjelasan ini memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, berdasarkan temuan di lapangan, ratusan tiang listrik telah dipasang sejak sekitar tahun 2019, tetapi hingga kini jaringan listrik belum pernah dialiri arus.
Kondisi tersebut membuat proyek ini menjadi sorotan publik.
Tiang Sudah Berdiri, Listrik Belum Pernah Menyala
Pantauan di jalur menuju Desa Dam Siambang menunjukkan deretan tiang listrik beton berdiri di sepanjang akses menuju desa. Bahkan sejumlah rumah warga telah memiliki instalasi listrik sederhana di dalam bangunan.
Namun instalasi tersebut tidak pernah tersambung dengan jaringan listrik PLN karena kabel jaringan utama belum pernah ditarik dari tiang listrik ke rumah warga.
Akibatnya, instalasi listrik yang telah dipasang di rumah warga hanya menjadi pajangan tanpa fungsi.
Sebagian warga mengaku telah menunggu sejak akhir tahun 2019, ketika tiang-tiang listrik pertama kali didatangkan ke wilayah tersebut.
Penjelasan PLN: Terkendala Izin Kawasan Hutan
Dalam penjelasan yang diterima redaksi, pihak PLN menyatakan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari program LISDES yang bertujuan meningkatkan rasio elektrifikasi desa.
Namun pembangunan jaringan listrik menuju Desa Dam Siambang disebut belum dapat dilanjutkan karena masih menunggu proses izin penggunaan kawasan hutan.
Penjelasan ini kemudian memunculkan pertanyaan dari masyarakat.
Sebab dalam praktik pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tahapan proyek biasanya diawali dengan:
▪️survei teknis
▪️penyelesaian izin lokasi dan kawasan
▪️baru kemudian dilanjutkan dengan tahap konstruksi.
Kondisi di Dam Siambang justru menunjukkan konstruksi tiang listrik telah dilakukan lebih dulu, sementara izin kawasan disebut masih dalam proses.
Warga: Instalasi Rumah Sudah Ada, Tapi Listrik Tak Pernah Datang
Di sisi lain, warga desa juga mengaku pernah diminta mengumpulkan uang untuk pemasangan jaringan listrik rumah tangga.
Salah satu warga Desa Dam Siambang, Fahmi, menyebutkan bahwa warga sempat memberikan sejumlah uang kepada seseorang yang disebut sebagai kontraktor.
“Kami pernah kumpulkan uang cukup besar untuk pemasangan listrik rumah. Tapi orangnya tidak kembali lagi. Yang tersisa hanya instalasi listrik di rumah warga,” ujarnya.
Pantauan di beberapa rumah warga memang menunjukkan adanya pipa instalasi, saklar, hingga jalur kabel di dalam rumah, namun seluruh instalasi tersebut tidak pernah terhubung dengan jaringan listrik PLN.
770 Tiang Listrik Jadi Sorotan
Data yang dihimpun menyebutkan terdapat sekitar 770 batang tiang listrik yang telah dipasang di jalur menuju desa tersebut.
Namun hingga kini, jaringan listrik belum pernah beroperasi.
Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai status proyek dan keberlanjutan pembangunan jaringan listrik tersebut.
Publik juga mulai mempertanyakan beberapa hal mendasar, di antaranya:
▪️Mengapa konstruksi tiang listrik dilakukan jika izin kawasan hutan belum selesai?
▪️Berapa nilai anggaran proyek tersebut?
▪️Apakah tiang listrik yang telah dipasang sudah tercatat sebagai aset PLN?
▪️Kapan jaringan listrik tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat?
FikiranRajat Kirim Permintaan Klarifikasi
Untuk mendapatkan penjelasan resmi, FikiranRajat.id telah mengirimkan permohonan konfirmasi kepada pihak PLN terkait sejumlah hal, termasuk status proyek, nilai anggaran, serta perkembangan izin kawasan hutan yang disebut menjadi kendala.
Redaksi juga meminta klarifikasi mengenai informasi yang beredar di masyarakat terkait pengumpulan uang dari warga oleh pihak yang disebut sebagai kontraktor pemasangan listrik rumah tangga.
Hingga berita ini diturunkan, FikiranRajat.id masih menunggu tanggapan resmi dari pihak PLN.
Sementara itu, bagi masyarakat Desa Dam Siambang, harapan untuk menikmati listrik negara masih terus menggantung.
Di sepanjang jalan menuju desa, ratusan tiang listrik berdiri tegak, namun listrik yang dijanjikan belum pernah benar-benar datang.[red]























Discussion about this post