JAMBI – Gangguan sistem yang dialami sejumlah nasabah Bank 9 Jambi belakangan ini memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan layanan perbankan digital di bank milik pemerintah daerah tersebut.
Sejumlah nasabah mengaku mengalami kesulitan melakukan transaksi, mulai dari layanan mobile banking hingga pengecekan saldo rekening.
Pihak bank sebelumnya menyebut gangguan tersebut berkaitan dengan kendala teknis sistem yang sedang dalam proses pemulihan.
Namun peristiwa ini memunculkan pertanyaan yang lebih luas mengenai kesiapan infrastruktur teknologi perbankan Bank Jambi di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Jambi diketahui tengah menjalankan program transformasi digital untuk memperkuat layanan perbankan berbasis teknologi.
Program tersebut mencakup pengembangan berbagai layanan digital seperti mobile banking, sistem cabang pintar, hingga integrasi transaksi elektronik.
Dalam dunia perbankan modern, seluruh layanan digital tersebut bergantung pada Core Banking System (CBS) sebagai sistem inti yang mengelola seluruh transaksi nasabah.
Karena itu, stabilitas sistem teknologi informasi menjadi faktor krusial dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan.
Gangguan sistem yang terjadi saat ini pun membuka ruang pertanyaan mengenai kesiapan sistem teknologi yang dimiliki Bank Jambi.
Penelusuran terhadap dokumen keuangan bank kemudian menunjukkan bahwa transformasi digital yang dilakukan ternyata melibatkan investasi teknologi dalam jumlah besar.
Bersambung ke Episode 2: Transformasi Digital Bank Jambi dan Investasi Teknologi.























Discussion about this post