SAROLANGUN – Harapan masyarakat Desa Dam Siambang, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, untuk menikmati listrik negara hingga kini belum juga terwujud meskipun ratusan tiang listrik telah berdiri di jalur menuju desa tersebut sejak beberapa tahun lalu.
Sedikitnya 770 batang tiang listrik beton telah dipasang sejak sekitar akhir tahun 2019, namun hingga kini jaringan kabel listrik belum pernah ditarik dan listrik tidak pernah mengalir ke rumah warga.
Situasi ini membuat masyarakat hanya bisa menunggu tanpa kepastian kapan listrik benar-benar hadir di desa mereka.
Warga Mengaku Pernah Bayar Pemasangan
Kekecewaan warga semakin besar setelah sebagian masyarakat mengaku pernah mengumpulkan uang untuk pemasangan jaringan listrik rumah tangga.
Salah satu warga Dam Siambang, Fahmi, mengatakan bahwa warga sempat diminta memberikan uang oleh seseorang yang disebut sebagai kontraktor untuk pemasangan instalasi listrik.
“Waktu itu warga diminta uang untuk pemasangan jaringan listrik. Katanya dari kontraktor asal Bengkulu. Tapi setelah uang terkumpul, orangnya tidak muncul lagi,” kata Fahmi.
Menurutnya, sebagian rumah warga bahkan sudah dipasangi instalasi listrik seperti saklar dan jalur kabel.
Namun instalasi tersebut tidak pernah berfungsi karena jaringan listrik dari tiang tidak pernah disambungkan.
Tiang Datang Sejak 2019
Fahmi juga menceritakan awal mula masuknya tiang listrik ke wilayah Dam Siambang.
Menurutnya, upaya menghadirkan listrik ke desa bermula dari usaha warga mencari bantuan agar jaringan listrik dapat dibangun.
“Awalnya orang tua saya minta tolong ke Muaro Bungo supaya listrik bisa masuk. Tapi di sana tidak berani karena katanya kawasan hutan lindung,” ujarnya.
Permohonan tersebut kemudian diarahkan ke Palembang.
“Setelah dibawa ke Palembang dan ada jawaban, sekitar seminggu kemudian datanglah tiang-tiang listrik itu ke desa ini sekitar akhir 2019,” kata Fahmi.
Namun sejak saat itu hingga sekarang, listrik yang dijanjikan tidak pernah menyala.
Harapan Warga Masih Menggantung
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa rumah warga telah memiliki instalasi listrik sederhana, tetapi tidak pernah terhubung dengan jaringan PLN.
Sebagian warga bahkan mengaku sudah menunggu lebih dari lima tahun.
Bagi masyarakat desa, listrik bukan sekadar fasilitas, tetapi kebutuhan penting untuk pendidikan anak-anak, kegiatan ekonomi, dan kehidupan sehari-hari.
Namun hingga kini, harapan tersebut belum juga menjadi kenyataan.
Siapa Bertanggung Jawab?
Keberadaan ratusan tiang listrik tanpa jaringan aktif ini menimbulkan sejumlah pertanyaan:
▪️Mengapa tiang listrik sudah dipasang tetapi jaringan tidak pernah diselesaikan?
▪️Siapa pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut?
▪️Bagaimana nasib warga yang sudah mengeluarkan uang untuk instalasi listrik?
Hingga berita ini diterbitkan, FikiranRajat.id masih berupaya meminta klarifikasi dari pihak PLN serta pemerintah daerah terkait kelanjutan proyek listrik desa di wilayah tersebut.
Catatan Redaksi
Masyarakat Dam Siambang berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan kepastian agar listrik yang telah lama dinantikan benar-benar dapat dinikmati oleh warga desa.

























Discussion about this post