SUNGAI PENUH — Pemerintah Kota Sungai Penuh akhirnya merespons cepat keluhan masyarakat terkait pelayanan di RSUD Mayjen H.A. Thalib yang viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Sorotan publik muncul setelah seorang kreator konten asal Kerinci, dikenal dengan panggilan Itek Mamek (Anisa Pratama), mengunggah pengalaman pelayanan rumah sakit yang dinilai kurang ramah serta berbelit dalam proses administrasi pasien.
Video tersebut memicu gelombang reaksi masyarakat dan menjadi perbincangan luas di media sosial.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, langsung menggelar pertemuan internal bersama Direktur RSUD MH Thalib, Kepala Dinas Kesehatan, para kepala bidang, serta jajaran pegawai rumah sakit pada Sabtu (21/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah mengumumkan rencana pergeseran atau rotasi pegawai, khususnya pada bagian pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Menurut Alpian, langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu.
“Pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, ramah, dan berkualitas,” ujarnya.
Keluhan Publik Jadi Alarm Pelayanan
Keluhan yang viral tidak hanya menyoroti sikap petugas loket, tetapi juga prosedur administrasi rujukan yang dinilai rumit oleh keluarga pasien.
Dalam videonya, Itek Mamek juga menceritakan pengalaman seorang orang tua pasien yang harus mengurus surat rujukan lebih dari satu kali akibat dugaan ketidaktepatan diagnosis awal.
Situasi tersebut memunculkan kritik publik terhadap standar pelayanan dan komunikasi tenaga kesehatan kepada pasien.
Momentum Evaluasi Sistem Rumah Sakit
Pengamat pelayanan publik menilai, respons cepat pemerintah daerah menunjukkan bahwa tekanan publik melalui media sosial kini menjadi faktor penting dalam mendorong perbaikan layanan publik.
Namun demikian, rotasi pegawai dinilai baru langkah awal.
Evaluasi terhadap:
▪️standar pelayanan medis,
▪️sistem rujukan pasien,
▪️hingga budaya pelayanan kesehatan,
dinilai menjadi pekerjaan besar yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap polemik ini tidak berhenti pada pergantian personel semata, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan nyata dalam pelayanan RSUD MH Thalib.
Sebab bagi warga, rumah sakit pemerintah bukan sekadar fasilitas kesehatan, melainkan tempat harapan terakhir ketika keselamatan keluarga dipertaruhkan.
(Redaksi FikiranRajat.id)























Discussion about this post