MUARO JAMBI – Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi menjadi saksi pertemuan strategis jajaran pengurus Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Pada Minggu, 15 Februari 2026, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, bersama Ketua DPD PPWI Provinsi Jambi, Abdul Muthalib, S.H., melakukan kunjungan resmi sekaligus diskusi lapangan bersama rombongan.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan bentuk nyata komitmen PPWI dalam mengembangkan kualitas SDM pewarta warga di daerah. Di sela-sela peninjauan situs sejarah, rombongan terlihat aktif berdiskusi mengenai peran penting media berbasis warga dalam melestarikan budaya dan sejarah bangsa.
Integrasi Wisata dan Literasi
Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, dalam diskusi singkatnya menekankan bahwa setiap anggota PPWI harus mampu menjadi “jembatan informasi” yang menghubungkan kearifan lokal dengan publik global.
”Pewarta warga memiliki kebebasan dalam menulis, namun tetap harus terikat pada akurasi. Di tempat bersejarah seperti Candi Muaro Jambi ini, kita belajar bahwa mencatat sejarah dengan benar adalah tanggung jawab moral bagi setiap penulis,” ujar Wilson di tengah rombongan.
Pesan Ketua DPD PPWI Jambi
Ketua DPD PPWI Jambi, Abdul Muthalib, S.H., menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan momentum untuk memacu semangat anggota di Jambi agar lebih berani dan profesional dalam berkarya. Sebagai seorang praktisi hukum, ia juga menekankan pentingnya aspek legalitas dan etika dalam peliputan.
”Kami ingin anggota PPWI Jambi tidak hanya sekadar bisa menulis, tapi mengerti batasan hukum dan kode etik. Kehadiran Ketua Umum di sini memberikan energi positif bagi kami untuk terus mengawal isu-isu publik serta mempromosikan destinasi unggulan Jambi melalui karya jurnalistik yang santun dan berbobot,” tegas Abdul Muthalib, S.H.
Perkembangan Jurnalistik Warga
Diskusi yang berlangsung di pelataran candi tersebut juga menyoroti perkembangan teknologi informasi yang memungkinkan berita warga menjadi rujukan utama masyarakat. PPWI berkomitmen untuk terus menjadi wadah yang menaungi para pewarta agar tetap berada pada jalur jurnalistik yang edukatif, bukan provokatif.
Kunjungan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama yang menggambarkan keakraban serta soliditas antara pengurus pusat dan pengurus daerah. Dengan latar belakang kemegahan candi bata merah, rombongan PPWI membawa semangat baru untuk memajukan dunia jurnalistik warga di Bumi Langkah Serentak Takam Menetap.[red]























Discussion about this post