JAMBI – Polemik pembangunan Asrama Haji Jambi yang sempat menjadi sorotan publik kini justru mendadak sunyi. Padahal sebelumnya proyek tersebut ramai diperbincangkan karena disebut mangkrak, bahkan dikaitkan dengan dugaan kerugian negara.
Sorotan terhadap proyek ini kembali mencuat ketika Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia turun langsung meninjau lokasi Asrama Haji Jambi pada Desember 2025.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi bangunan serta memastikan status hukum aset agar pembangunan dapat dilanjutkan tanpa persoalan di kemudian hari.
Dalam kunjungan tersebut, Wamen juga didampingi oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi.
Kajati Soroti Kualitas Bangunan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Sugeng Hariadi, turut menyoroti kondisi fisik bangunan Asrama Haji Jambi.
Sugeng bahkan menyebut kondisi bangunan tersebut terlihat “jelek”, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat sorotan publik terhadap proyek yang sebelumnya juga sempat tersandung persoalan hukum.
Wamen Tegaskan Aset Harus “Clear and Clean”
Dalam kunjungan itu, Wakil Menteri Haji menegaskan bahwa status aset Asrama Haji Jambi harus clear and clean sebelum pembangunan dapat dilanjutkan.
Hal tersebut dinilai penting agar proyek strategis yang berkaitan dengan pelayanan jamaah haji tersebut tidak lagi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Pernyataan tersebut sempat memunculkan harapan publik bahwa polemik proyek Asrama Haji Jambi akan segera menemukan kejelasan.
Kini Mendadak Sunyi
Namun setelah berbagai sorotan tersebut, perkembangan polemik proyek Asrama Haji Jambi kini justru tidak lagi terdengar di ruang publik.
Padahal sebelumnya proyek ini sempat disebut:
▪️mangkrak
▪️berpotensi menimbulkan kerugian negara
▪️bahkan menjerat sejumlah pihak dalam perkara korupsi
Kini publik mulai mempertanyakan perkembangan terbaru proyek tersebut.
Apakah persoalan hukum terkait pembangunan Asrama Haji Jambi benar-benar sudah selesai?
Ataukah polemik yang sempat ramai itu justru menghilang tanpa penjelasan yang transparan kepada masyarakat?
Sebagai fasilitas strategis yang berkaitan langsung dengan pelayanan jamaah haji di Provinsi Jambi, transparansi mengenai perkembangan proyek ini menjadi hal yang penting bagi publik.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak Kejaksaan Tinggi Jambi maupun Kementerian terkait mengenai perkembangan terbaru proyek tersebut.[red]
























Discussion about this post