JAMBI – Publik mulai mempertanyakan transparansi penyaluran dana umat yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jambi setelah beredar pernyataan mengenai besarnya jumlah bantuan yang diklaim telah disalurkan kepada masyarakat.
Dalam pesan WhatsApp yang beredar, Ketua BAZNAS Provinsi Jambi Ustadz Amin M. Kes menyebutkan sejumlah program bantuan yang telah disalurkan oleh BAZNAS, di antaranya:

6.000 beasiswa bagi fakir miskin
600 program bedah rumah bagi masyarakat miskin
18.000 bantuan UMKM miskin bangkit
70.000 paket sembako bagi fakir miskin
Pernyataan tersebut memicu perhatian publik karena jumlah penerima bantuan yang sangat besar. Jika dihitung secara kasar, program-program tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit dan berpotensi mencapai puluhan miliar rupiah.
Besarnya angka bantuan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat mengenai di mana saja bantuan itu disalurkan, siapa saja penerimanya, serta berapa total anggaran yang digunakan.
Media FikiranRajat.id sebelumnya telah mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada Ketua BAZNAS Provinsi Jambi melalui pesan WhatsApp terkait sejumlah hal, antara lain kebenaran angka bantuan yang disebutkan, wilayah penyaluran program, serta sumber dana yang digunakan.
Namun hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi yang dikirimkan kepada Ketua BAZNAS Provinsi Jambi tersebut belum mendapatkan jawaban.
Sementara itu, klarifikasi justru muncul melalui pemberitaan di salah satu media lain yang menyebutkan bahwa dana zakat tidak digunakan untuk kegiatan Safari Ramadhan Wakil Gubernur Jambi.
Situasi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai keterbukaan informasi dari lembaga pengelola dana zakat, mengingat dana yang dihimpun oleh BAZNAS berasal dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS memiliki tanggung jawab untuk menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat.
Publik berharap BAZNAS Provinsi Jambi dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai data penyaluran bantuan tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Redaksi FikiranRajat.id tetap membuka ruang bagi pihak BAZNAS Provinsi Jambi untuk memberikan klarifikasi resmi terkait persoalan ini.[red]























Discussion about this post