JAMBI – Gangguan layanan perbankan yang terjadi pada PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) kini memunculkan pertanyaan serius terkait stabilitas sistem teknologi informasi yang menjadi tulang punggung operasional bank daerah tersebut.
Penelusuran dokumen resmi yang dilakukan FikiranRajat.id menunjukkan bahwa sistem Core Banking Bank Jambi merupakan bagian dari kerja sama strategis dengan pihak penyedia teknologi PT Fortress Data Services sejak tahun 2019.
Kerja sama tersebut bahkan dicatat sebagai Perikatan Signifikan dalam laporan keuangan bank, yang berarti memiliki nilai material dan berpengaruh langsung terhadap operasional perusahaan.
Core Banking sendiri merupakan sistem utama yang mengelola seluruh transaksi perbankan, mulai dari simpanan nasabah, transfer dana, layanan digital banking hingga pelaporan keuangan kepada regulator.
Dalam laporan audit independen tahun buku 2024, sistem teknologi informasi Bank Jambi ditetapkan sebagai Key Audit Matter atau area perhatian utama auditor, karena dinilai memiliki pengaruh penting terhadap keandalan pencatatan transaksi dan laporan keuangan bank.
Tidak hanya itu, dokumen manajemen risiko internal bank juga menunjukkan bahwa risiko teknologi informasi telah masuk dalam kategori risiko operasional tinggi sebelum gangguan layanan terjadi.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa transformasi digital dan penguatan sistem teknologi informasi telah menjadi agenda strategis Bank Jambi selama beberapa tahun terakhir, termasuk pada fase perpanjangan kerja sama sistem Core Banking.
Sejumlah gangguan layanan yang dirasakan nasabah dalam periode terakhir kemudian memicu pertanyaan publik mengenai apakah permasalahan tersebut berkaitan dengan proses pemeliharaan sistem, peningkatan kapasitas, integrasi layanan digital, atau faktor teknis lainnya.
Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan informasi, FikiranRajat.id telah menyampaikan surat konfirmasi resmi kepada manajemen Bank Jambi, pihak penyedia sistem PT Fortress Data Services, serta otoritas terkait guna memperoleh klarifikasi mengenai penyebab gangguan sistem dan langkah mitigasi yang dilakukan.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih menunggu jawaban resmi dari pihak-pihak terkait.
FikiranRajat.id menegaskan bahwa pemberitaan ini merupakan bagian dari kepentingan informasi publik, khususnya terkait transparansi pengelolaan lembaga keuangan daerah yang mengelola dana masyarakat dan pemerintah.
Redaksi akan terus melakukan penelusuran lanjutan sesuai perkembangan informasi yang diperoleh.























Discussion about this post