Jalan Desa “Dipaksa” Menanggung Beban Berat
Berdasarkan data yang dihimpun, kendaraan berat perusahaan secara rutin melintasi jalan poros desa di wilayah Kebun Tanjung Lebar dan Kebun Durian Luncuk. Ironisnya, jalan-jalan ini merupakan akses vital bagi warga setempat, namun kini harus “berbagi nyawa” dengan truk-truk pengangkut hasil perkebunan yang memiliki tonase besar.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa rusaknya jalan masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor krusial yang diabaikan perusahaan:
- Penggunaan Jalan Umum secara Ilegal?: Truk produksi kelapa sawit berkapasitas besar dipaksa melewati jalan desa yang secara teknis tidak didesain untuk menahan beban berat.
- Minimnya Jalur Khusus: Hingga saat ini, belum ada jalur produksi khusus yang terpisah dari pemukiman warga, memaksa aktivitas industri masuk ke ruang hidup masyarakat.
- Dampak Lingkungan yang Serampangan: Tindakan operasional seperti pembuatan drainase yang buruk berisiko memicu longsor dan amblasnya bahu jalan yang membahayakan keselamatan warga.
Keluhan Warga: Akses Pertanian Terputus!
Penggunaan jalan desa oleh kendaraan berat perusahaan telah memicu gelombang keluhan dari warga. Kerusakan jalan yang masif tidak hanya menghambat perjalanan, tetapi dalam banyak kasus telah memutus akses pertanian penduduk. Bagaimana mungkin sebuah perusahaan plat merah membiarkan roda ekonomi rakyat terhenti demi kelancaran logistik mereka sendiri?
PTPN IV JAMBI,Jangan Hanya Mengandalkan “Basa-basi” CSR
Meski manajemen PTPN IV Regional 4 mengklaim telah melakukan perbaikan melalui skema Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) atau CSR, publik menilai hal ini barulah langkah defensif. Perbaikan jalan yang dilakukan seringkali hanya bersifat reaktif setelah kerusakan parah terjadi.
Catatan Redaksi Rajat.id: Masyarakat tidak butuh sekadar “kemitraan” di atas kertas atau perbaikan jalan tambal sulam. PTPN IV Regional 4 wajib memberikan solusi permanen—membangun jalan produksi sendiri—dan tidak lagi menumpang di atas fasilitas yang dibangun dari pajak rakyat.
Rajat.id akan terus mengawal kasus ini hingga hak warga atas jalan yang layak dan aman terpenuhi sepenuhnya!
Pewarta : Lukman
Editor : Redaksi Bersama rajat.id























Discussion about this post