Ny. Yusnidar Khayamuddin dalam Sorotan
Kepemimpinan Ny. Yusnidar Khayamuddin kini berada di kursi panas. Program bertajuk “Gema Sedekah” yang digembar-gemborkan sebagai aksi sosial, diduga kuat tidak menggunakan dana pribadi atau kas internal organisasi secara murni, melainkan mencaplok anggaran dari kantong perusahaan PTPN IV Jambi.
Jika dugaan ini benar, maka ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap tata kelola perusahaan yang bersih. Dana perusahaan yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan produktif atau kesejahteraan karyawan, justru diduga “dirampok” secara halus demi citra kelompok tertentu melalui kegiatan seremonial.
Penyalahgunaan Wewenang atau Sekadar Kelalaian?
Publik kini bertanya-tanya, bagaimana mungkin anggaran perusahaan bisa mengalir ke kegiatan organisasi istri karyawan tanpa pengawasan yang ketat? Polemik ini mencuatkan indikasi adanya penyalahgunaan wewenang yang sistematis di lingkungan PTPN IV Jambi.
“Anggaran negara atau perusahaan bukan ‘celengan’ pribadi yang bisa dikuras kapan saja demi panggung pencitraan. Kami menuntut transparansi total!” tegas suara-suara yang mulai memanas di lapangan.
Desakan Audit dan Transparansi
PTPN IV Jambi dituntut untuk tidak bungkam. Pihak manajemen harus segera mengklarifikasi asal-usul dana “Gema Sedekah” tersebut. Jika ditemukan adanya aliran dana yang tidak sesuai prosedur (maladministrasi), maka pihak-pihak yang terlibat—termasuk pimpinan IKBI—harus bertanggung jawab secara hukum dan moral.
Bersamarajat.id akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Jangan biarkan uang rakyat yang dikelola perusahaan negara menguap begitu saja di balik topeng kegiatan sosial.
Siapa yang bermain? Siapa yang menikmati? Tunggu investigasi lanjutannya.
Redaksi Bersamarajat.id – Tajam, Tegas, Berani.























Discussion about this post