SAROLANGUN – Kerusakan parah ruas jalan dari Pasar Singkut menuju arah Cianjur hingga kawasan wisata pemandian Batu Putih kini menuai sorotan serius. Jalan yang seharusnya menjadi akses vital masyarakat dan jalur wisata justru berubah menjadi lintasan penuh lubang, batu lepas, dan debu tebal.
Pantauan lapangan pada Senin (23/3/2026) menunjukkan kerusakan terjadi hampir di sepanjang jalur. Pengendara harus memperlambat laju, bahkan berisiko jatuh akibat kondisi jalan yang tidak layak.
Namun yang mengejutkan, kondisi berbeda justru terlihat di sekitar area somel (pengolahan kayu). Ruas jalan di sekitar lokasi tersebut tampak lebih baik dan relatif terawat.
Fakta ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Mengapa jalan rusak dibiarkan, tetapi di titik tertentu justru mulus?
Diduga Akibat Muatan Berat Hingga 40 Ton
Sejumlah sumber menyebutkan, kerusakan jalan diduga kuat akibat aktivitas kendaraan bertonase tinggi, khususnya angkutan kayu yang melintas setiap hari.
“Muatan bisa sampai 30 sampai 40 ton. Jalan ini jelas tidak kuat,” ungkap warga setempat.
Aktivitas tersebut juga terlihat dari adanya tumpukan kayu dalam jumlah besar di area somel yang berada di jalur tersebut. Selain merusak jalan, aktivitas ini juga menimbulkan debu tebal yang mengganggu warga dan pengguna jalan.
Jalur Wisata Terancam, Pengunjung Mengeluh
Ironisnya, jalan ini merupakan akses menuju salah satu destinasi wisata pemandian yang cukup ramai dikunjungi masyarakat.
Namun kondisi jalan yang rusak parah membuat banyak pengunjung mengeluh.
“Kalau jalannya begini, orang jadi malas datang. Padahal tempat wisatanya bagus,” ujar salah satu pengunjung.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin sektor wisata lokal akan ikut terdampak.
Aroma Pembiaran, Pengawasan Dipertanyakan
Perbedaan kondisi jalan yang kontras antara area umum dan sekitar lokasi usaha menimbulkan dugaan adanya pembiaran atau bahkan perlakuan berbeda.
Publik kini mempertanyakan:
▪️Di mana pengawasan terhadap kendaraan over tonase?
▪️Apakah ada kepentingan tertentu di balik pembiaran ini?
▪️Mengapa pemerintah daerah terkesan diam?
Masyarakat Menunggu Ketegasan
Kerusakan jalan bukan sekadar masalah infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan, ekonomi, dan keadilan bagi masyarakat.
Jika pemerintah Kabupaten Sarolangun tidak segera turun tangan, maka kondisi ini akan terus berulang—jalan rusak, rakyat yang menanggung.
Sementara pihak-pihak tertentu diduga tetap diuntungkan.
— Redaksi fikiranrajat.id —

























Discussion about this post