SAROLANGUN – Fakta baru terungkap di balik aksi penimbunan jalan rusak di wilayah Sungai Benteng, Kecamatan Singkut. Warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut menyebut bahwa aksi itu dilakukan murni atas inisiatif masyarakat.
“Kami ini inisiatif sendiri, bang. Karena jalan ini sudah lama rusak,” ujar salah satu warga saat dimintai keterangan di lokasi, Senin (23/3/2026).
Menurutnya, upaya penimbunan dilakukan secara swadaya dengan menggunakan tanah seadanya untuk menutup lubang-lubang jalan yang dinilai membahayakan pengguna.
Pemilik Sarkel Disebut Ikut Bantu Timbunan
Menariknya, warga juga mengungkap bahwa bantuan tidak hanya datang dari masyarakat. Salah satu pemilik usaha pengolahan kayu (sarkel) di sekitar lokasi disebut kerap membantu.
“Kami sering dibantu oleh Pak Naryok, pemilik sarkel di dekat sini. Kadang bantu koral untuk timbunan, bahkan jalan poros Pasar Singkut juga pernah ditempel pakai semen,” ungkapnya.
Keterangan ini menunjukkan adanya peran pihak swasta dalam membantu perbaikan jalan, meskipun sifatnya masih sporadis dan belum menjadi solusi permanen.
Isu Truk Kayu Over Kapasitas, Warga: “Sekali-kali”
Saat disinggung terkait aktivitas angkutan kayu dari sarkel yang diduga berkontribusi terhadap kerusakan jalan—termasuk muatan berlebih dan debu—warga memberikan jawaban yang cenderung normatif.
“Kalau over itu ya… sekali-kali,” ujarnya singkat.
Pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya baru. Sebab, kerusakan jalan yang cukup parah biasanya tidak terjadi secara instan, melainkan akibat tekanan berulang dari kendaraan berat dalam jangka waktu lama.
Antara Kepedulian dan Tanggung Jawab
Keterlibatan pemilik sarkel dalam membantu penimbunan jalan memang patut diapresiasi. Namun, hal ini juga membuka ruang diskusi lebih luas:
▪️Apakah bantuan tersebut cukup menutup dampak aktivitas industri di sekitar lokasi?
▪️Sejauh mana kontribusi kendaraan berat terhadap kerusakan jalan?
▪️Mengapa perbaikan jalan justru bergantung pada swadaya warga dan bantuan pihak tertentu?
Pemerintah Diminta Tidak Tutup Mata
Kondisi ini kembali menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam menjamin kualitas infrastruktur jalan.
Perbaikan yang dilakukan warga, meski patut dihargai, tetap bersifat sementara. Tanpa penanganan serius dari pihak berwenang, kerusakan jalan dipastikan akan terus berulang.
Lebih dari itu, diperlukan juga pengawasan terhadap aktivitas kendaraan berat agar tidak melebihi kapasitas jalan yang ada.
Kesimpulan: Masalah Lama, Solusi Sementara
Cerita di Singkut bukan hanya soal jalan rusak. Ini adalah gambaran bagaimana masyarakat mencoba bertahan di tengah keterbatasan.
Namun satu hal yang jelas, ketika warga harus menambal jalan sendiri dan berharap pada bantuan pihak sekitar, maka ada peran besar yang belum berjalan sebagaimana mestinya.

























Discussion about this post