Sarolangun, Jambi — Perkembangan terbaru dalam kasus dugaan penipuan yang menimpa Istiqomah (mbah) dan anaknya, Agus Mulyanto, mulai membuka fakta relasi yang patut menjadi perhatian publik.
Selain dugaan penerimaan uang dan aset korban dengan alasan pengurusan kebun yang dirusak, sosok Diki kini disorot karena memiliki jejak relasi dengan lingkar perusahaan tambang yang beroperasi di sekitar lahan korban.
Dikenalkan oleh Pihak yang Disebut Terkait Perusahaan
Berdasarkan keterangan korban, Diki pertama kali diperkenalkan melalui seseorang bernama Zamzami, yang disebut memiliki keterkaitan dengan perusahaan yang aktivitasnya berdampak langsung terhadap kebun karet milik mbah.
Seperti diketahui, kebun seluas ±6 hektare tersebut mengalami kerusakan dan terendam setelah aliran anak sungai ditutup dan tanggul tinggi dibangun di sekitar area tambang.
Masuknya Diki sebagai “perantara pengurusan” setelah kerusakan terjadi menimbulkan pertanyaan:
apakah peran tersebut berdiri sendiri, atau ada relasi yang lebih dalam?
Ikatan Keluarga dengan Lingkar Humas Perusahaan
Fakta lain yang diungkap korban, Diki memiliki hubungan keluarga langsung dengan istri Suyanto, yang disebut menjabat sebagai humas perusahaan tambang (PT MAS / PT Persada) di wilayah tersebut.
Istri Suyanto disebut merupakan keponakan kandung Diki.
Relasi ini memunculkan dugaan potensi konflik kepentingan, terutama karena Diki disebut menerima uang dan aset korban dengan dalih mengurus persoalan yang justru berkaitan dengan aktivitas perusahaan tersebut.
Publik Berhak Bertanya
Jika benar terdapat relasi keluarga dalam lingkar perusahaan dan perantara pengurusan kasus, maka publik berhak mempertanyakan:
▪️Apakah pengurusan tersebut benar-benar independen?
▪️Apakah ada komunikasi atau koordinasi dengan pihak perusahaan?
▪️Apakah korban justru diarahkan melalui jalur informal yang merugikan?
Hingga berita ini diterbitkan, Diki telah dimintai klarifikasi namun belum memberikan penjelasan substantif terkait aliran uang dan aset korban. Redaksi juga membuka ruang hak jawab kepada pihak perusahaan yang disebut dalam pemberitaan ini.
Lebih dari Sekadar Penipuan
Kasus ini tidak lagi berdiri sebagai dugaan penipuan semata. Ia berkembang menjadi persoalan yang menyentuh dugaan konflik kepentingan, relasi kuasa, dan posisi tawar warga kecil di tengah aktivitas industri tambang.
Redaksi akan terus menelusuri jejak komunikasi, alur dana, dan peran masing-masing pihak dalam perkara ini.[red]























Discussion about this post