Palembang — Kenaikan tarif Tol Trans Sumatera ruas Palembang–Lampung hingga mencapai Rp 550 ribu per hari ini memicu gelombang protes dari para pengguna jalan. Pasalnya, besaran tarif itu dianggap tidak sebanding dengan kondisi jalan tol yang kini dilaporkan rusak parah, berlubang, bergelombang, hingga beberapa titik tampak tergenang dan membahayakan kendaraan.
Dari penelusuran lapangan yang dihimpun FikiranRajat.id, sejumlah titik kerusakan terlihat sangat mencolok. Badan jalan tampak berlubang besar, permukaan aspal terkelupas, hingga dilakukan penyempitan jalur karena ada proyek perbaikan yang tak kunjung selesai. Barrier beton juga terlihat retak serta bergeser, memperlihatkan minimnya pemeliharaan intensif.
Beberapa sopir truk dan pengendara pribadi yang melintas mengaku terjebak dalam kondisi jalan yang rusak dan memakan waktu tempuh lebih lama.
“Setiap hari lewat sini. Jalan makin hancur, tapi tarif makin naik. Kami bayar mahal untuk apa kalau jalannya seperti ini?” keluh salah satu pengguna tol yang enggan disebutkan namanya.
Saat dikonfirmasi, PT Waskita Sriwijaya Tol selaku pengelola jalan ini hanya menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menyampaikan kondisi di lapangan kepada pihak terkait. Namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai langkah perbaikan menyeluruh maupun alasan di balik kenaikan tarif yang dilakukan di tengah kerusakan infrastruktur.
“Kami akan teruskan ke pihak terkait,” jawab singkat pihak Waskita ketika dikonfirmasi.
Para petugas lapangan tol juga memberikan jawaban serupa.
“Kami hanya menjalankan tugas, untuk tarif dan perbaikan bukan wewenang kami. Kenaikan tarif kemungkinan akan terus berlanjut pekan depan,” ujar salah satu petugas.
Pengguna Tol Minta Evaluasi Menyeluruh
Masyarakat meminta Kementerian PUPR dan BPJT segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan, standar pemeliharaan, serta kebijakan tarif yang dinilai memberatkan publik. Banyak yang menilai kenaikan tarif tidak layak diterapkan sebelum seluruh kerusakan diperbaiki.
Dengan tarif mencapai lebih dari setengah juta rupiah, masyarakat berharap jalan tol Palembang–Lampung dapat memberikan keamanan dan kenyamanan sesuai standar nasional, bukan justru menjadi jalur yang membahayakan pengguna.
Pewarta : Abdul Muthalib
Editor. : Redaksi fikiranranat.id
Sumber. : Investigasi

























Discussion about this post