JAMBI, BERSAMARAJAT.ID – Di balik gemerlap angka prestasi dan klaim rekor produksi yang dibanggakan PTPN IV Regional 4 (eks PTPN VI) Jambi, tersimpan sebuah realita kelam yang menyesakkan dada. Bak fenomena gunung es, keberhasilan korporasi ini ternyata menyimpan “bara dalam sekam” berupa perampasan hak rakyat, potensi kerugian negara yang fantastis, hingga dugaan manipulasi anggaran berbungkus kegiatan religius.
Misteri Bukit Kausar: Hak Rakyat yang ‘Disenyapkan’
Bukit Kausar kini menjadi simbol perlawanan sekaligus duka. Investigasi Bersamarajat.id mengungkap adanya dugaan kuat bahwa kejayaan produksi yang dipamerkan manajemen PTPN IV Regional 4 hanyalah kedok untuk menutupi hak-hak masyarakat yang sengaja “disenyapkan”. Tanah yang seharusnya memberi kehidupan bagi rakyat setempat, justru dikuasai dengan cara-cara yang dinilai menindas demi mengejar target profit semata.
Negara kini berada di ambang kerugian triliunan rupiah akibat tata kelola lahan yang karut-marut dan dugaan praktik “perampokan” hak yang dilakukan secara sistematis. Alih-alih menjadi agen pembangunan, PTPN IV Regional 4 bersama kroni-kroninya di Bukit Kausar justru dituding bertindak bak “penjajah” di tanah sendiri.
Topeng Kesalehan di Balik Penindasan
Ironi paling menyakitkan terlihat dari kontrasnya gaya hidup elit pimpinan perusahaan. Slogan “Sajadah di Kantor, Air Mata di Ladang” menjadi tamparan keras bagi manajemen. Di depan publik dan media sosial, mereka kerap menampilkan citra religius dan kesalehan yang tinggi. Namun, di balik pintu kantor yang sejuk, kebijakan yang lahir justru mencekik leher rakyat kecil.
“Mereka menebar senyum di atas sajadah kantor, sementara di ladang, rakyat Jambi menangis karena hak tanahnya dirampas. Ini adalah topeng kesalehan yang paling menjijikkan,” ujar salah satu sumber tokoh masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Skandal Dana Umat: IKBI di Pusaran Korupsi?
Tak berhenti pada isu lahan, borok perusahaan ini semakin menganga dengan mencuatnya Skandal Dana Umat. Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PTPN IV Jambi kini berada di pusat pusaran dugaan penyalahgunaan anggaran perusahaan.
Anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan operasional atau kesejahteraan yang sah, diduga kuat mengalir ke kegiatan-kegiatan IKBI yang tidak memiliki urgensi terhadap produktivitas perusahaan, bahkan disinyalir menjadi ajang pencucian anggaran dengan kedok kegiatan sosial dan keagamaan. Hal ini memperkuat dugaan adanya praktik “korupsi berjamaah” yang melibatkan lingkaran dalam manajemen.
Negara Harus Bertindak: Jangan Biarkan Rakyat Sendirian!
PTPN IV Regional 4 tidak boleh dibiarkan terus bersembunyi di balik status Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melegitimasi tindakan penindasan. Bersamarajat.id dengan tegas mendesak:
Kementerian BUMN dan Aparat Penegak Hukum (KPK/Kejaksaan Agung) untuk segera turun tangan memeriksa seluruh jajaran pimpinan PTPN IV Regional 4 Jambi.
Audit Investigatif terhadap penggunaan anggaran IKBI dan aliran dana operasional yang diduga bocor.
Kembalikan Hak Rakyat di Bukit Kausar tanpa syarat. Rekor produksi tidak ada gunanya jika dihasilkan dari keringat dan air mata rakyat yang terzalimi.
Kami tidak akan berhenti menyuarakan kebenaran ini. Jika manajemen PTPN IV Regional 4 merasa bersih, buktikan dengan transparansi, bukan dengan narasi pencitraan yang kosong. Rakyat Jambi tidak butuh pimpinan yang pandai bersandiwara di atas sajadah, rakyat butuh keadilan nyata di atas tanah mereka sendiri!
PTPN IV Jambi, Berhentilah Merampok Hak Rakyat Sebelum Terlambat!
Tim Redaksi Bersamarajat.id


















Discussion about this post