FIKIRANRAJAT.ID – Muaro Jambi
Sorotan terhadap proses pembentukan jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Muaro Jambi terus berlanjut. Setelah sebelumnya publik mempertanyakan transparansi seleksi direksi dan status politik direktur terpilih, kini giliran posisi komisaris BUMD yang menjadi perhatian.
Budi Setiawan, yang saat ini menjabat Kepala Bapperida Kabupaten Muaro Jambi, mengakui dirinya juga ditetapkan sebagai Komisaris PT Muaro Jambi Unggul (Perseroda).
Hal tersebut disampaikan Budi Setiawan saat dikonfirmasi FikiranRajat.id melalui pesan WhatsApp.
“Benar, saya ditetapkan melalui proses seleksi,” ujar Budi Setiawan.
Ia juga membenarkan bahwa jabatan komisaris tersebut dijalankan bersamaan dengan posisinya sebagai Kepala Bapperida Muaro Jambi.
“Ya benar,” jawabnya singkat ketika ditanya mengenai rangkap jabatan tersebut.
Klaim Tidak Terlibat Pembentukan Pansel
Terkait proses seleksi yang sebelumnya dipertanyakan publik, Budi Setiawan menyatakan dirinya tidak terlibat dalam pembentukan panitia seleksi (pansel).
Menurutnya, pembentukan pansel dilakukan oleh Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Muaro Jambi.
“Saya tidak terlibat, pembentukan pansel oleh Bagian Ekonomi Setda,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa proses yang berlangsung telah mengikuti ketentuan dan peraturan yang berlaku.
“Sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku,” katanya.
Publik Masih Menunggu Transparansi
Meski demikian, sejumlah pertanyaan publik masih muncul terkait proses seleksi jajaran BUMD Muaro Jambi.
Sebab hingga dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Muaro Jambi Unggul pada 23 Januari 2026, tidak pernah terlihat adanya pengumuman seleksi terbuka kepada masyarakat.
Padahal berdasarkan regulasi seperti:
▪️PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD
▪️Permendagri Nomor 37 Tahun 2018
pengisian jabatan direksi maupun komisaris BUMD seharusnya dilakukan melalui proses seleksi terbuka, profesional, dan transparan.
Publik juga menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai:
kapan proses seleksi dilakukan
siapa saja peserta seleksi
serta siapa saja yang menjadi anggota panitia seleksi.
Rangkaian Kontroversi BUMD Muaro Jambi
Sebelumnya, FikiranRajat.id telah menurunkan beberapa laporan terkait proses pembentukan BUMD Muaro Jambi, di antaranya:
Episode 1
Seleksi Direksi BUMD Muaro Jambi dipertanyakan karena tidak pernah diumumkan ke publik.
Episode 2
Direktur BUMD, Haryono, mengaku mengikuti seleksi dan menyebut sudah tidak aktif lagi di partai sejak 2019.
Episode 3
Penelusuran jejak digital menunjukkan nama Haryono masih disebut sebagai Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jambi dalam pemberitaan tahun 2024.
Dengan munculnya berbagai fakta tersebut, publik kini berharap pemerintah daerah dapat membuka secara transparan proses seleksi yang dilakukan dalam pembentukan jajaran BUMD Muaro Jambi.























Discussion about this post