JAMBI, Bersamarajat.id – Sorotan tajam tertuju pada pertemuan formalitas yang kerap digelar oleh para petinggi aparat penegak hukum di Provinsi Jambi. Baru-baru ini, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi. Kedatangan orang nomor satu di Polda Jambi ini disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Sugeng Hariadi, S.H., M.H., beserta jajaran utamanya.
Secara normatif, pertemuan ini diklaim sebagai wujud konkrit untuk memperkuat sinergitas dan soliditas antar-aparat penegak hukum (APH). Tujuannya terdengar klasik: memperkuat koordinasi, menjaga stabilitas keamanan, serta meningkatkan pelayanan hukum bagi masyarakat di Bumi Pucuk Jambi Sembilan Lurah.
Namun, Bersama Rajat.id secara tegas mengingatkan bahwa rakyat Jambi hari ini sudah jenuh dengan tontonan simbolis, foto bersama, ataupun sekadar pamer salam komando. Di tengah berbagai rapor merah isu lingkungan, konflik lahan, penambangan emas tanpa izin (PETI), illegal drilling, hingga peredaran narkoba yang masih membayangi Jambi, pertemuan ini harus menjadi momentum pembuktian, bukan sekadar panggung pencitraan!
Komitmen Profesional dan Humanis Harus Dibayar Tuntas!
Dalam keterangan resminya, kedua belah pihak berharap agar hubungan baik dan kolaborasi antara Polda Jambi dan Kejati Jambi terus terjalin demi terciptanya penegakan hukum yang profesional, humanis, dan berkeadilan.
Masyarakat kini menuntut agar kata “profesional” dan “berkeadilan” tersebut benar-benar diimplementasikan di lapangan. Sinergitas sejati tidak boleh diartikan sebagai ajang “saling melindungi” antar-lembaga, melainkan harus melahirkan taring yang tajam untuk menyikat habis para pelaku kejahatan, utamanya para mafia yang selama ini kebal hukum dan merugikan hajat hidup orang banyak.
Catatan Redaksi Bersama Rajat.id: > Publik akan terus mengawal dan menagih hasil dari pertemuan ini. Jika setelah jabat tangan erat ini kasus-kasus besar di Jambi masih mandek atau jalan di tempat, maka jargon Sinergitas dan Jambi Mantap hanyalah bualan tak bermakna di telinga rakyat kecil yang merindukan keadilan substantif.
Polda dan Kejati Jambi harus berani mendobrak sekat-sekat birokrasi yang memperlambat penanganan perkara. Rakyat tidak butuh janji manis di atas kertas; rakyat butuh tindakan konkret, penangkapan aktor intelektual kejahatan, dan transparansi hukum yang seadil-adilnya.
Jangan biarkan hukum di Jambi tumpul ke atas dan hanya tajam ke bawah!
Pewarta : Lukman
Editor : Redaksi Bersama rajat.id
#KapoldaJambi #KejatiJambi #PoldaJambi #Sinergitas #Silaturahmi #PenegakanHukumJambiMantap #BersamaRakyat



















Discussion about this post