BERSAMARAJAT.ID – Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah memuakkan oknum yang seharusnya menjadi teladan. Skandal memalukan yang melibatkan oknum dosen berinisial DK kini menjadi sorotan tajam. Bukan sekadar dugaan perselingkuhan biasa, kasus ini mengungkap tabir gelap mulai dari pengabaian nafkah keluarga hingga aroma busuk penipuan yang melibatkan banyak korban.
Pengakuan Istri: Enam Bulan Ditelantarkan demi Wanita Lain?
Istri sah DK akhirnya buka suara, dan pengakuannya sungguh mengiris hati sekaligus memuakkan. Selama enam bulan terakhir, ia mengaku tidak lagi diberi nafkah lahir oleh sang suami.
Kecurigaan sang istri memuncak setelah menemukan sederet bukti menjijikkan yang tertinggal:
- Celana dalam wanita yang ditemukan di dalam mobil DK.
- Helaian rambut pirang dan benda-benda pribadi wanita lain (softex) di tempat yang tidak semestinya.
- Bukti-bukti percakapan yang mengarah pada pengkhianatan rumah tangga.
“Saya sudah membuntuti dia setelah mendapatkan informasi akurat,” tegas sang istri dalam keterangannya.
Drama “Grebek” dan Bantalan Alibi yang Rapuh
Meski rekaman video penggerebekan telah beredar luas, DK masih mencoba bersilat lidah. Dalam pernyataannya, ia menolak mengakui telah digerebek. Dengan alibi yang terkesan dibuat-buat, ia berdalih hanya sedang “mengantarkan membeli bedak” dan mengklaim keberadaannya saat itu bersama seorang rekan bernama Yoli.
Namun, narasi DK langsung rontok. Yoli, yang disebut-sebut sebagai anggota TNI, justru memberikan konfirmasi mengejutkan kepada publik. Yoli menegaskan bahwa dirinya bukan lagi anggota aktif (Eks TNI) dan membenarkan bahwa cerita penggerebekan yang beredar di masyarakat adalah fakta yang terjadi apa adanya.
Sengketa Bisnis dan Tuduhan Penipuan: Siapa “Wak Jenggot”?
Kasus ini semakin melebar ke ranah pidana lainnya. Muncul sosok Wak Jenggot (WJ) yang namanya diseret oleh DK dalam video klarifikasinya. WJ tidak tinggal diam. Ia justru membongkar borok DK yang lebih besar: Dugaan penipuan dan sengketa bisnis.
WJ dengan tegas menyatakan:
- DK Memutarbalikkan Fakta: WJ membantah semua tuduhan DK dan menyebut bahwa justru banyak korban lain yang dirugikan oleh ulah sang dosen.
- Ancaman Premanisme: WJ mengantongi bukti bahwa DK melakukan pengancaman saat hendak dihubungi secara baik-baik.
- Aksi Penjemputan Paksa: WJ sempat membuntuti DK hingga ke sebuah kos-kosan di wilayah Mayang, tempat di mana dugaan perselingkuhan itu terendus makin kuat.
Editorial Bersamarajat.id: Pecat dan Proses Hukum!
Kami di Bersamarajat.id memandang bahwa tindakan oknum Dosen DK bukan lagi sekadar urusan domestik, melainkan degradasi moral yang sangat parah. Seorang pendidik yang seharusnya menanamkan nilai-nilai integritas, justru terjerembap dalam kubangan maksiat dan dugaan kriminalitas.
Institusi pendidikan tempat DK bernaung tidak boleh diam seribu bahasa. Publik menunggu ketegasan: Sanksi pemecatan secara tidak hormat adalah harga mati jika terbukti melakukan pelanggaran moral dan hukum. Jangan biarkan marwah kampus hancur hanya karena melindungi satu “oknum” yang tak tahu malu.
Kami akan terus mengawal kasus ini hingga ke akar-akarnya. Berani Jujur, Bongkar Sampai Tuntas!
(Redaksi Bersamarajat.id)



















Discussion about this post