Sarolangun, Jambi — Setelah publik dikejutkan dengan kisah rusaknya kebun karet milik Istiqomah (mbah) dan habisnya harta yang diduga untuk biaya “pengurusan kasus”, redaksi melakukan konfirmasi langsung kepada sosok yang disebut menerima uang dan aset korban, yakni Diki.
Dalam pesan konfirmasi resmi yang dikirim redaksi, Diki dimintai klarifikasi terkait dugaan penerimaan:
▪️1 unit mobil Canter yang dijual tunai,
▪️1 unit mobil Fortuner yang digadaikan,
▪️1 unit mobil Colt Diesel PS yang dibongkar/dicincang,
▪️Uang tunai ratusan juta rupiah,
▪️Emas 4 (empat) suku milik korban.
Seluruh aset tersebut, berdasarkan pengakuan korban, diserahkan dengan alasan untuk mengurus penyelesaian kebun karet seluas ±6 hektare yang direndam akibat aktivitas perusahaan tambang batu bara.
Namun hingga batas waktu yang diberikan redaksi, Diki belum memberikan tanggapan maupun bantahan atas konfirmasi tersebut.
Janji Pengurusan yang Tak Berujung
Korban menyatakan, sejak harta diserahkan, tidak ada hasil konkret dari pengurusan yang dijanjikan. Perkara kebun yang dilaporkan tetap berjalan lambat, sementara kondisi ekonomi keluarga semakin terpuruk.
Sikap tidak memberikan klarifikasi ini menambah tanda tanya besar di tengah masyarakat:
apakah benar seluruh uang dan aset tersebut digunakan untuk pengurusan perkara, atau ada hal lain yang perlu diungkap?
Ruang Hak Jawab Tetap Terbuka
Redaksi menegaskan bahwa pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan korban dan dokumen yang ada, serta tetap membuka ruang hak jawab bagi Diki maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam laporan.
Apabila klarifikasi disampaikan, redaksi akan memuatnya secara proporsional sebagai bagian dari prinsip keberimbangan.
Kasus ini akan terus ditelusuri dalam seri investigasi lanjutan.[red]
























Discussion about this post