Dipimpin langsung oleh Ketua PPWI Provinsi Jambi, Abdul Muthalib.S.H, rombongan pewarta ini langsung menyambangi ruang kerja Korps Adhyaksa. Tidak tanggung-tanggung, kehadiran mereka disambut oleh tiga pilar penting Kejari Sarolangun: Kasi Intelijen Darma Natal, S.H., M.H., Kasi Pidsus Ade Suganda, S.H., M.H., serta Kasi Datun Ibu Rini Oktarini, S.H., M.H.
Sinyal Keras Pengawasan Uang Rakyat dan Kasus Hukum
Duduknya PPWI bersama Kasi Pidsus (Pidana Khusus),Kasi Intelijen dan kasi Datun dalam satu meja memicu perhatian publik Sarolangun. Seperti diketahui, lini Pidsus dan Intelijen adalah ujung tombak kejaksaan dalam membongkar praktik korupsi dan mengendus penyelewengan anggaran negara.
Kehadiran Tiga seksi krusial ini mempertegas bahwa PPWI Jambi datang bukan untuk sekadar berfoto seremonial, melainkan membawa misi pengawasan yang ketat. Hubungan kemitraan ke depan harus berjalan secara kritis dan transparan, tanpa ada yang ditutup-tutupi.
”Kami datang membawa amanah dan suara masyarakat bawah. Kejaksaan adalah benteng keadilan, dan tugas kami sebagai pewarta warga adalah memastikan benteng itu kokoh, tidak pandang bulu, dan hukum di Sarolangun tidak boleh tumpul ke atas,” tegas Abdul Muthalib, S. H. dalam keterangannya.
Komitmen Kejari Sarolangun Ditagih Publik
Meskipun pihak Kejari Sarolangun menyambut baik dan mengapresiasi langkah sinergi ini, publik kini menunggu pembuktian di lapangan. Sektor pidana khusus di bawah komando Ade Suganda dituntut untuk lebih agresif dan berani mengeksekusi kasus-kasus kakap yang selama ini menjadi desas-desus di tengah masyarakat.
PPWI Provinsi Jambi menegaskan, pasca-pertemuan ini, mereka akan semakin gencar memelototi setiap jengkal pergerakan kasus, penyerapan anggaran, hingga kinerja penegakan hukum di Sarolangun. Jika ada indikasi hukum yang ‘masuk angin’, PPWI siap menjadi barisan terdepan yang menyuarakan kebenaran demi hak-hak rakyat.
Catatan Redaksi: Bersama Rajat.id mendukung penuh langkah tegas PPWI Jambi. Kejaksaan Negeri Sarolangun harus membuktikan bahwa institusi mereka bersih, bernyali, dan tidak alergi terhadap kontrol sosial demi tegaknya keadilan yang hakiki!























Discussion about this post