Namun, berkaca pada realita di lapangan saat ini, jargon “Kota Jambi Bahagia” tampaknya masih menjadi menara gading yang belum menyentuh bumi. Masyarakat Kota Jambi belum merasakan esensi dari kebahagiaan yang dijanjikan. Alih-alih bahagia, warga justru harus akrab dengan urusan perut kota yang karut-marut.
Infrastruktur Hancur dan Kepungan Sampah
Berdasarkan pantauan dan keluhan yang terus menyuar di akar rumput, wajah Kota Jambi masih dihiasi oleh raport merah infrastruktur dan lingkungan:
- Akses Jalan Rusak: Masih banyak ditemukan titik-titik jalan berlubang yang mengancam keselamatan pengendara dan menghambat roda ekonomi warga.
- Darurat Sampah: Aroma busuk sampah masih sangat menyengat di beberapa sudut kota, diperparah dengan pemandangan sampah yang berserakan akibat tata kelola yang lamban.
- Banjir Langganan: Masalah klasik yang tak kunjung usai. Sedikit saja hujan mengguyur Kota Jambi, jalan-jalan protokol dan pemukiman langsung lumpuh tergenang banjir.
Hal-hal mendasar inilah yang seharusnya menjadi fokus utama dan harga mati bagi jajaran Walikota dan Wakil Walikota Jambi ke depan. Ini bukan sekadar etalase program atau pencitraan di media sosial, tetapi tentang konsolidasi, stabilisasi, dan keberanian mengambil keputusan strategis sebagai seorang pemimpin untuk menentukan nasib Kota Jambi.
Kritik Keras Duet Kepemimpinan: Berbagi Tugas, Bukan Berbagi Panggung Seremonial!
Tekanan publik kini mengarah tajam pada efektivitas kerja Walikota dan Wakil Walikota. Sudah berjalan lebih dari satu tahun, kepemimpinan di Kota Jambi dinilai terlalu terjebak dalam zona nyaman protokoler.
“Jangan sampai pemimpin hanya sibuk membuka dan menutup acara seremonial semata. Sudah satu tahun lebih berlalu, tapi herannya, urusan membuka acara saja selalu harus tampil berdua,” ujar kritik tajam yang berkembang di tengah masyarakat.
Sudah saatnya Walikota dan Wakil Walikota secara tegas berbagi tugas. Kota ini terlalu besar jika hanya diurus lewat seremonial bersama. Pembagian wilayah kerja yang jelas sangat mendesak dilakukan agar akselerasi pembangunan bergerak cepat, dan jargon “Kota Jambi Bahagia” benar-benar bisa dirasakan secara konkret oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya dinikmati segelintir pejabat.
Refleksi Hari Jadi Kota Jambi
Momen ini bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kota Jambi tercinta. Sebuah usia yang matang, yang menuntut tindakan nyata, bukan sekadar janji manis di atas panggung pidato.
Selamat Hari Ulang Tahun Kota Jambi Tercinta. Saatnya bergerak, berbenah, dan membuktikan nyali kepemimpinan demi marwah kota ini.
Salam,
Tanah Pilih Pusako Betuah!
( Pandapotan tambunan, S.E.S.H/ Red )























Discussion about this post